Showing posts with label Jantung. Show all posts
Showing posts with label Jantung. Show all posts

Wednesday, November 28, 2012

Penyakit Jantung Koroner Ancaman Terhadap Kehidupan


Setiap tahun, jutaan manusia di seluas dunia mengalami serangan jantung. Banyak pasien yang selamat tapi harap-harap cemas akan dampak selanjutnya. Yang lainnya tidak tertolong lagi. Namun bagi beberapa pasien, jantung mereka sedemikian rusaknya sehingga diragukan apakah dapat kembali melakukan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.Oleh karena itu sangat penting untuk menangani gejala-gejala serangan jantung sesegera mungkin,apalagi serangan tersebut datang secara tiba-tiba.Serangan secara tiba-tiba ini sering di sebut penyakit jantung koroner

Berikut ini sekilas proses terjadinya penyakit jantung koroner. Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.


Penyakit Jantung Koroner
Yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Apabila ini terjadi, plak, atau timbunan lemak, terbentuk pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit jantung koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri atau lebih menimbulkan serangan secara tiba-tiba sewaktu permintaan jantung akan oksigen melebihi yang tersedia. Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan.

Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal. Jika sistem elektrik dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu (berfibrilasi). Dalam aritmia (penyimpangan dari irama jantung normal) demikian, jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi terkena dampak penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, sangat dibutuhkan personel medis yang terlatih untuk menangani penyakit jantung koroner. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah, mencegah atau merawat aritmia, dan bahkan dapat menyelamatkan kehidupan.

Saturday, November 19, 2011

Penyakit Jantung, Penyebab Kematian Terbesar di Dunia


Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia, termasuk Indonesia. Penyebabnya pun beragam, selain pola hidup tak sehat, beberapa penyakit juga bisa memicu timbulnya penyakit ini.

Seiring dengan pola hidup yang semakin tidak sehat, semakin tinggi juga angka kejadian penyakit jantung. Lihat saja data-data seputar angka kematian akibat penyakit jantung yang kian membuat miris. Data dari badan kesehatan dunia (WHO) menyebut, penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian, yang meliputi 12,2 persen (7,2 juta) kematian di seluruh dunia.

Salah satu penyakit yang menjadi pemicu timbulnya penyakit jantung mematikan ini ialah penyakit diabetes. Bahkan kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darahnya, tetapi karena kondisi komplikasi jantung mereka.

Penyakit Jantung
Karbohidrat, lemak, dan protein inilah yang jika asupannya tidak dikontrol, bisa menyebabkan diabetes yang berujung pada penyakit jantung. Kadar gula darah yang naik dalam waktu yang cukup lama bisa menjadi racun dalam tubuh sehingga bisa merusak pembuluh darah dan menaikkan kadar kolesterol.

Penyakit jantung koroner bisa disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung (pembuluh darah koroner).Jika hal tersebut terjadi, maka akan mengakibatkan otot jantung di daerah yang diperdarahi oleh pembuluh darah tersebut akan mengalami kekurangan aliran darah. Jika sumbatan menjadi total, maka orang yang bersangkutan akan terkena serangan jantung (heart attack) yang dapat menyebabkan kematian mendadak.

Nyeri dada pada penyakit jantung juga disertai dengan penjalaran ke tangan kiri atau leher, terkadang disertai dengan sesak napas, mual, keringat dingin, atau rasa mau pingsan.

Jika nyeri dada yang dimaksud berlangsung lebih dari 15 menit, berarti orang yang bersangkutan telah terkena serangan jantung. Jika Anda mengalami nyeri dada tapi tidak yakin apakah itu suatu gejala jantung, baiknya Anda ke rumah sakit atau ke dokter spesialis penyakit jantung. Karena jika salah tebak atau terlambat, dapat berakibat fatal.

Penyakit lain yang bisa memicu terjadinya jantung ialah obesitas tengah (perut buncit) yang merupakan bentuk dari kegemukan. Kegemukan bisa menyempitkan pembuluh darah akibat menumpuknya lemak dalam darah. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, namun orang dengan obesitas tengah lebih tinggi lagi risikonya.

Bila ingin bebas dari penyakit jantung, usahakan untuk menjaga tekanan darah. Pasalnya, hipertensi atau penyakit darah tinggi merupakan penyebab terbesar dari penyakit jantung. Bahkan, 75 persen penderita hipertensi akan berujung pada penyakit jantung dan baru tersadari pada lanjut usia, ketika jantung telah ”lelah” bekerja untuk memompa darah dengan tekanan yang berat.

Untuk mencegah terjadinya penyakit jantung, maka ada baiknya untuk menghindari risiko terjadinya penyakit pemicu tersebut, seperti melakukan gaya hidup sehat.

Sumber : lifestyle.okezone.com

Wednesday, September 15, 2010

Lindungi Jantung dengan Stroberi

 Serangan jantung masih menjadi jawara penyebab kematian di seluruh dunia. Terjadi mendadak dan bisa mematikan dalam hitungan menit. Sebuah survei mengungkap, penyakit ini menjadi penyebab utama kematian sejumlah orang muda di bawah usia 40 tahun.

Ada banyak cara bisa Anda lakukan untuk mencegahnya. Selain menerapkan pola hidup sehat, rutin mengonsumsi stroberi setiap hari bisa menurunkan risiko terserang penyakit ini. Stroberi dipercaya memiliki kemampuan memperbaiki elastisitas pembuluh darah.

Tim University of Oklahoma melakukan penelitian terhadap sejumlah pasien dengan sindrom metabolik, sebuah kumpulan gejala penyakit jantung seperti obesitas, dan kadar kolesterol tinggi. Mereka diminta mengasup stroberi secara rutin setiap hari.

Di balik manfaatnya terhadap kesehatan, nutrisi yang terkandung dalam stroberi juga membantu menciptakan kulit lebih muda dan cantik. Satu cangkir stroberi bisa memenuhi kebutuhan vitamin A pada tubuh hingga 130 persen.

Antioksidan tinggi pada stroberi juga meningkatkan produksi serat kolagen yang membantu menjaga kulit tetap halus dan kencang. Sementara vitamin C yang terkandung dalam buah ini juga dipercaya mampu mengurangi garis-garis halus, serta mampu melembabkan kulit sehingga kulit senantiasa kencang dan elastis.

Stroberi juga dapat menurunkan risiko kanker dengan menghambat perkembangan sel-sel kanker ganas. Dalam sebuah penelitian, orang yang rutin mengonsumsi stroberi tiga kali lebih rendah terserang penyakit kanker.

Tapi sebelum memulai kebiasaan mengonsumsi stroberi secara rutin, ada baiknya memahami efek buruk stroberi, terutama bagi penderita alergi, gastritis, gastroduodenitis dan gangguan perut lainnya.(vivanews.com)
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings