Showing posts with label Kuno. Show all posts
Showing posts with label Kuno. Show all posts

Tuesday, November 9, 2010

Ditemukan, Kapak Batu Tertua di Dunia


Sekelompok arkeolog menemukan sebuah kapak batu yang berusia sekitar 35.500 tahun di Amhem Land, sebuah wilayah seluas 97.000 kilometer yang terletak di bagian utara Darwin, Australia dan merupakan tanah suci suku Aborigin. Kapak yang ditemukan merupakan jenis kapak ground edge, yaitu jenis kapak yang bagian pinggirnya diasah sehingga lebih tajam. Kapak tersebut diklaim merupakan jenis kapak ground edge yang tertua, mengalahkan kapak serupa berusia antara 20.000-30.000 tahun yang ditemukan di Jepang dan bagian Australia lain sebelumnya.

Bruno David, ilmuwan Monash University yang menemukan kapak tersebut menjelaskan bukti-bukti bahwa kapak tersebut merupakan ground edge. "Kita bisa melihat tanda pada bagian tepi kapak. Orang yang menggunakan kapak itu mengasahnya dengan batu sehingga permukaannya lebih halus," jelas David seperti dilansir situs Discovery hari Jumat (5/11/10) lalu.

David mengungkapkan, temuan ini bisa menggoyahkan pandangan bahwa kapak berasal dari Eropa. "Arti penemuan ini adalah kita bisa mengetahui bahwa pandangan konvensional yang menyatakan kapak berasal dari eropa tidak berlaku secara global. Kita harus berpikir dengan cara yang berbeda," paparnya.

Selain itu, penelitian ini juga bisa menjadi bukti bahwa kaum Aborigin Jawoyn yang mendiami wilayah tersebut telah mengembangkan teknologi yang menunjang hidupnya. "Pengasahan batu menunjukkan adanya teknologi yang meningkatkan efisiensi. Penemuan teknologi ini setara dengan penemuan busur dan panah," ucap David.

Anggota suku Aborigin yang mengundang para arkeolog ke tanah sucinya mengatakan bahwa penelitian itu bisa membuka hubungan yang sangat bermakna dengan para leluhur. "Saya ingin mengetahui kebenaran (tentang kapak batu). sekarang saya sudah mengetahuinya. saya merasa senang," ungkap Margaret Katherine, pemilik tanah di Amhem Land.(kompas.com)

Thursday, October 21, 2010

Ditemukan, Pintu Kuno Berusia 5.000 Tahun

 Seorang arkeolog di Kota Zurich, Swiss, menemukan daun pintu peninggalan purbakala dari bawah tanah. Daun pintu itu ditaksir sudah berusia 5.000 tahun sehingga dianggap sebagai pintu tertua yang pernah ditemukan di Eropa. Ini adalah penemuan yang penting untuk mengetahui cara hidup masyarakat zaman purba.

Kepala tim arkeolog, Niels Bleicher, mengatakan bahwa pintu yang terbuat dari kayu poplar tersebut masih kokoh dan elegan. Desainnya, menurut Bleicher, juga sangat luar biasa untuk kualitas zaman dulu.

“Pintu ini sangat luar biasa dilihat dari cara bagaimana papan-papannya disatukan,” ujar Bleicher seperti dikutip dari kantor berita Associated Press, Rabu 20 Oktober 2010.

Dengan menggunakan metode penghitungan lingkaran garis-garis kayu pada pintu, Bleisher memperkirakan pintu tersebut dibuat pada tahun 3.063 Sebelum Masehi (SM).

Kayu papan pada pintu tergabung dengan rapi. Menurut Bleicher, pintu itu didesain untuk menghindari embusan angin dingin yang bertiup dari danau Zurich. “Desainnya pintar dan terlihat bagus,” ujar Bleicher.

Pintu ini ditemukan di bawah tanah tempat parkir gedung opera Zurich. Pintu ini merupakan bagian dari rumah panggung yang banyak terdapat dekat danau Zurich ribuan tahun yang lalu. Para arkeolog telah melacak sedikitnya lima desa neolitik yang diyakini ada di tempat tersebut antara tahun 3.700 dan 2.500 SM.

Arkeolog Jerman, Helmut Schlichtherle, mengatakan penemuan pintu berusia tua dalam keadaan utuh jarang sekali terjadi. Biasanya, menurut Schlichtherle, yang ditemukan hanya pondasi dari rumah panggung zaman dulu yang berhasil selamat. Pondasi rumah biasanya sudah terendam air, sehingga bakteri dan jamur tidak dapat tumbuh dan merusak pondasi.

“Mungkin beberapa orang mengatakan bahwa ini hanyalah sebuah pintu, tapi ini adalah penemuan yang luar biasa karena ini dapat membantu kita untuk mengerti bagaimana orang di jaman itu membangun rumah dan teknologi apa yang mereka pergunakan,” ujar Schlichtherle.

Pintu ini akan dipamerkan ke publik setelah dapat dikeluarkan seluruhnya dari dalam tanah dan direndam dengan cairan kimia khusus untuk mencegahnya dari pembusukan.(vivanews.com)

Thursday, September 16, 2010

7 Karya Arsitektur Kuno Paling Menakjubkan

Bangga akan apa yang kita capai dalam kemajuan IPTEK. Mungkin kita mengira bahwa pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan lainnya merupakan teknologi canggih yang ditemukan oleh para ilmuwan di zaman modern ini. Tetapi, kita pasti tidak mengira bahwa desain teknologi yang mirip sudah lebih dulu diciptakan oleh peradaban zaman dahulu.

1. Desain Kincir Angin

Kincir angin Persia kuno merupakan salah satu kincir angin tertua yang pernah dibuat oleh manusia. Kincir angin ini dibuat oleh peradaban Persia sekitar 3000 tahun yang lalu. Kincir angin ini digunakan untuk menggiling gandum dan memompa air.



Tanaman alang - alang diikat menjadi satu sehingga terbentuk bantalan yang diletakkan di sumbu pusat. Kincir angin ini dibuat dengan hati - hati, karena hampir setiap bagian dibuat dengan tangan.

Walaupun mekanismenya sederhana, tetapi kincir angin ini telah dikenal oleh seluruh peradaban lainnya pada masa itu, dan beberapa negara masih menggunakan mekanisme seperti ini hingga di era modern ini. Bisa dibilang, kincir angin kuno ini merupakan cikal bakal kincir angin modern yang digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga angin.

2. Menara Angin Persia

Masih dari peradaban Persia kuno, menara angin atau wind tower ini digunakan oleh masyarakat Persia untuk sistem ventilasi udara di rumah - rumah mereka. Sistem ventilasi mereka jauh lebih rumit dari sistem ventilasi yang ada di rumah kita.



Sistem ventilasi yang mereka kembangkan sejak 2.000 tahun yang lalu ini mungkin hanya bisa disaingi oleh sistem ventilasi dengan teknologi modern. Prinsipnya adalah dengan menggunakan kombinasi perbedaan tekanan udara, dan penyesuaian iklim lingkungan di daerah Persia.

3. Saluran Air Grafitasi Romawi




Bangsa Romawi kuno juga mengembangkan suatu saluran air yang memanfaatkan gravitasi bumi untuk mengalirkan air ke seluruh wilayah Romawi. Selain digunakan untuk mengalirkan air, saluran air gravitasi ini juga digunakan dalam berbagai kegiatan masyarakatnya, diantaranya untuk roda air, hidrolik penghancur bijih besi, dan lain - lain.

4. Saluran Bawah Tanah




Karena Yerussalem terletak di dataran tinggi dan jauh dari sumber air, maka kota ini memenuhi kebutuhan air dari sungai bawah tanah. Masyarakatnya telah mengembangkan suatu saluran air bawah tanah yang masih bisa digunakan hingga saat ini, meski telah berumur puluhan ribu tahun.

5. Pemanfaatan Energi Geothermal

Peradaban Romawi kuno telah memanfaatkan energi panas bumi untuk memenuhi kebutuhan energinya. Energi panas bumi berasal dari gunung berapi Vesuvius, yang kemudian memanaskan air di sekitar wilayah tersebut.



Panas yang dihasilkan tadi kemudian digunakan untuk berbagai hal, seperti untuk pemandian air panas, hidrolik, kebutuhan medis, dan lainnya. Jika listrik telah ditemukan pada masa itu, mungkin sumber energi ini bisa dimanfaatkan lebih luas lagi.


6. Pemanfaatan Energi Surya

Pemanfaatan energi surya telah ditemukan oleh peradaban Yunani kuno. Jika kita menggunakan sel surya sebagai pembangkit tenaga listrik, maka peradaban Yunani kuno menggunakannya sebagai cadangan panas selama musim dingin berlangsung.



Konsepnya begitu sederhana, mereka membuat bangunan yang menghadap ke arah matahari, dan seluruh bangunan didesain seperti itu untuk menangkap sinar matahari sebanyak - banyaknya di siang hari karena sinar matahari lebih rendah dari atap mereka.

Ketika di malam hari, seluruh Peradaban Romawi selangkah lebih maju dengan menambahkan kaca untuk menyerap panas matahari dengan maksimal. Ternyata pemanfaatan tenaga surya itu sudah ada sejak lama ya.

7. Istana Tebing (Cliff Palace)

Tempat yang disebut dengan Istana Tebing ini terletak di Mesa Verde National Park, Colorado. Bangunan unik ini dibangun oleh masyarakat Amerika Utara pada zaman dahulu. Desain konstruksi yang unik ini memiliki tujuan sebagai pendinginan dari sengatan matahari yang panas pada masa itu.



Kita tidak bisa meremehkan begitu saja bangunan - bangunan zaman dahulu. Terkadang, dengan teknologi modern sekalipun, belum tentu dapat menghasilkan bangunan serupa dengan fungsi yang sama pula. Arsitektur zaman kuno memang luar biasa, menandakan bahwa pencapaian ilmu pengetahuan pada masa itu tergolong maju.
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings