Showing posts with label Barcelona. Show all posts
Showing posts with label Barcelona. Show all posts

Thursday, November 17, 2011

Neymar Anggap Barca Seperti Tim 'Alien'


Saking hebatnya Barcelona, penyerang muda Brasil yang banyak diburu klub Eropa, Neymar, melihat El Barca seperti tim dari planet lain.

Pernyataan tersebut disampaikan Neymar jelang pertemuan klubnya, Santos, menghadapi Barcelona pada Piala Dunia Antarklub bulan depan. Menurutnya, pemain-pemain Barcelona seperti para alien yang bermain sepak bola karena kemampuan tekniknya di atas rata-rata pemain lain.

Pantas saja Neymar kagum pada skuad Pep Guardiola tersebut. Barca banjir prestasi dalam beberapa tahun terakhir. Juara La Liga berhasil dipertahankannya tiga musim berturut-turut dan dalam tiga tahun terakhir Barca sukses menggondol gelar juara Liga Champions sebanyak dua kali. Belum lagi terpilihnya Lionel Messi sebagai pemain terbaik dunia dalam tiga tahun terakhir.

Neymar
“Barca dari dunia yang lain. Mereka adalah alien, tanpa diragukan mereka adalah tim terbaik di planet ini,” ujar Neymar.

Neymar pun berharap bisa bertemu Barcelona di final turnamen tertinggi antarklub di dunia tersebut. “Jika kami bermain melawan mereka (Barcelona), itu akan menyenangkan dan sekaligus menjadi kebanggaan,” kata pemain berusia 19 tahun tersebut.

Neymar sendiri sempat diincar Barcelona. Rival Barcelona, Real Madrid, juga terus memantau perkembangan sang pemain. Pun dengan Chelsea. Sayang, Neymar sudah memperpanjang kontraknya bersama Santos hingga tiga tahun ke depan.

Meski demikian, Neymar tidak menutup peluangnya untuk pindah ke Eropa dan bermain di antara tiga liga besar: Spanyol, Inggris, ataupun Italia. “Mimpi saya adalah bermain di Eropa. Saya tidak tahu kapan, yang pasti suatu hari nanti,” katanya.

Sumber : tempo.co

Thursday, October 20, 2011

Thiago Alcantara Penata Rambut Pemain Barcelona B


AKSI Thiago Alcantara di lapangan tidak perlu diragukan lagi. Pemain yang berasal dari tim Barcelona B ini, kini sudah mulai manggung di tim senior. Tapi, siapa yang sangka, di balik kelihaiannya menggocek bola, berlari kencang, dan menaklukkan kiper lawan, dia juga pintar memainkan tangannya di kepala teman-temannya sesama tim B.

Senjata Thiago adalah gunting kecil. Lawan yang digasak adalah rumput hitam alias rambut. Situs Barcelona memajang foto pemain timnas U-21 Spanyol ini beberapa waktu lalu. Yang jadi pasiennya, eh pelanggannya adalah temannya sendiri Jonathan Dos Santos. Thiago Alcantara rupanya dikenal sebagai pemangkas rambut di tim junior Camp Nou.

Thiago Alcantara tidak sembarang amatir, barangkali boleh disebut setengah profesional. Layanannya komplet. Mulai dari mengeramas, memijat kepala, lalu memangkas sesuai permintaan pelanggannya. Hasilnya? Banyak yang senang. Tidak hanya Jonathan tapi juga adiknya, Rafa. Rambut gaya faux Mohawk pun menghiasi wajah mereka.


Thiago Alcantara
Soal tata rambut ternyata menjadi perhatian para pemain. Lihat saja, gaya rambut mereka. Ada yang selalu basah karena gel. Orang itu adalah David Villa dan Xavi. Bahkan Villa yang punya gaya rambut faux Mohawk, disebut-sebut sebagai orang yang paling maniak gel. Dia pun dijuluki Raja Gel.

Pemain lainnya, Dani Alves yang sering berganti-ganti tata rambut. Yang barangkali tak peduli adalah Victor Valdez si kiper, Abidal, dan Keita. Maklum ketiganya memang lebih suka memilih plontos. Messi? Selain rambut panjangnya, dia pun cukup pede dengan potongan rambut ala karyawan.

Nah, macam-macam tata rambut ini tak membuat para Barcelona khawatir. Di sana, banyak ahlinya. Adik perempuan dan juga tunangan Andres Iniesta adalah seorang stylist profesional. Mereka tentu bisa diajak bicara soal dandanan rambut. Boleh jadi, dari mereka juga Thiago Alcantara belajar menata rambut.

Sumber : ngiknguks.blogspot.com

Friday, August 26, 2011

Lionel Messi Pemain Terbaik UEFA 2011


Deret penghargaan individu untuk Lionel Messi kian bertambah panjang setelah bintang Barcelona itu dinobatkan sebagai Pemain Terbaik UEFA 2010/11.Ini melengkapi suksesnya setelah 2 tahun sebelumnya berhasil menggondol penghargaan yang serupa.

Berdasarkan keputusan panel yang terdiri dari 53 jurnalis olahraga yang mewakili tiap asosiasi sepakbola negara anggota UEFA, Lionel Messi mengungguli rekan setimnya di Camp Nou, Xavi Hernandez, dan punggawa Real Madrid, Cristiano Ronaldo, untuk naik ke podium utama dalam seremoni yang digelar di Monako, Kamis (25/8) malam.

Kepantasan Lionel Messi meraih award serupa untuk kali kedua setelah 2008/09 ini rasanya sulit dibantah. Kontribusi 53 gol dan 24 assist-nya musim lalu merupakan salah satu faktor kunci Blaugrana merengkuh trofi La Liga serta Liga Champions.Walaupun sebenarnya Lionel Messi tidak sukses bersama timnas Argentina di ajang Copa America,tapi konsistensi permainan dan mencetak gol menjadi acuan para jurnalis dan pelatih untuk memilih La Pulga sebutan bagi Lionel Messi.


Musim ini pun Lionel Messi sudah mengemas tiga gol dari sepasang laga Supercopa Spanyol melawan Madrid sekaligus mengantar Barca menjuarai ajang pembuka kompetisi di Spanyol itu.

Kendati begitu, figur mungil berusia 24 tahun itu merasa performa mengilapnya tak lepas dari bantuan bantuan teman-teman setimnya.Ini merupakan bukti Lionel Messi adalah figur yang rendah hati.

"Saya merasa terhormat dapat memenangkan penghargaan ini dan ingin berterima kasih kepada rekan-rekan setim. Kami semua selalu ingin meraih lebih banyak lagi dan ini yang membantu kami untuk terus melaju. Keharmonisan ruang gantilah yang memberikan kami kekuatan," tutur Lionel Messi.

Sunday, August 21, 2011

Daftar Lengkap Pemain Barcelona FC 2011/2012

Pujian memang sangat pantas di alamatkan kepada klub sepakbola Barcelona FC,blaugrana yang di komandoi  Mr.Pep berhasil membuat para penggila bola seolah di sihir oleh permainan Tiki-Taka nan indah yang di peragakan para orkestra Barcelona FC.Para Pemain Barcelona FC sangat pantas untuk di sebut The Dream Team pada saat ini.Mungkin bukan sebutan yang berlebihan jika melihat dari performa indah yang mereka tunjukkan sepanjang musim lalu.

Menurut beberapa orang,sepakbola Barcelona hampir seperti sebuah ilusi.Para Pemain Barcelona FC berhasil mengombinasikan permainan sepakbola indah sekaligus mendapat kemenangan dengan skor yang cukup telak.

Pemain Profesional di liga-liga eropa dan amerika latin tidak ragu memberikan pujian atas permainan atraktif yang di tunjukkan para Pemain Barcelona FC.Pemain-pemain seperti Totti,Ronney,Casillas tak kuasa menahan diri untuk memberikan pendapat mereka tentang permainan Barcelona FC.


Mudah-mudahan Permainan atraktif para Pemain Barcelona FC tetap di pertunjukkan bagi para penggila bola sejagad di musim 2011/2012.

Inilah Daftar Lengkap Pemain Barcelona FC 2011/2012 :

Daftar Pemain & Pelatih :
1 Víctor Valdés Kiper                              15 Seydou Keita Gelandang
13 Jordi Masip Lopez Kiper                    16 Sergio Busquets Burgos Gelandang
13 José Pinto Colorado Kiper                  20 Ibrahim Afellay Gelandang
31 Rubén Miño Peralta Kiper                   21 Adriano Gelandang
38 Oier Olazábal Paredes Kiper               27 Nolito Gelandang
2 Daniel Alves Bek                                  28 Sergi Roberto Gelandang
3 Gerard Piqué Bek                                 30 Thiago Alcántara Gelandang
5 Carles Puyol Bek                                  34 Jonathan Dos Santos Gelandang
12 Sergi Gómez Sola Bek                        - Carmona Gelandang
18 Gabriel Milito Bek                              - Javier Espinosa Gelandang
19 Maxwell Bek                                      - Riverola Gelandang
22 Éric Abidal Bek                                  9 Alexis Sánchez Striker
26 Andreu Fontàs Prat Bek                     7 David Villa Sánchez Striker
32 Marc Bartra Aregall Bek                    9 Bojan Krkic Striker
35 Marc Muniesa Bek                            10 Lionel Messi Striker
44 Balliu Bek                                          11 Jeffrén Suárez Striker
- Armando Bek                                      17 Pedro Striker
- Martin Montoya Torralbo Bek             27 Jonathan Striker
6 Xavi Gelandang                                   32 Víctor Vázquez Striker
8 Andrés Iniesta Gelandang                    - Gerard Deulofeu Lazaro Striker
10 Cesc Fàbregas Gelandang                 - Pep Guardiola Manajer/Pelatih
14 Javier Mascherano Gelandang

Tuesday, December 7, 2010

La Masia- Akademi Sepakbola Barcelona


Rumah berdinding batu itu tampak biasa-biasa saja jika dibandingkan dengan Stadion Nou Camp yang agung dan megah, yang jaraknya hanya sepelemparan batu. Namun, bekas rumah pertanian khas Catalunia abad ke-18 itu punya peran lebih penting pada perjalanan prestasi klub sepak bola Barcelona. Itulah La Masia de Can Planes, yang menjadi jantung pasukan ”L’equip Blaugrana” dan menjadi tonggak paling penting dalam sejarah klub juara Eropa 2009 itu.

Dari rumah batu itulah lahir pemain-pemain bintang yang musim lalu menjadi pilar tim asuhan Pep Guardiola saat merebut treble winner: Carles Puyol, Xavi Hernandez, Victor Valdes, Gerard Pique, Andres Iniesta, Sergio Busquet, Bojan Krkic, dan tentu saja Lionel Messi. Bahkan, La Masia adalah almamater bagi sejumlah pemain bintang yang bersinar di Eropa, seperti Cesc Fabregas (Arsenal) atau Jose Manuel Reina (Liverpool).

Guardiola sendiri alumnus La Masia. Pada usia 13 tahun, dia meninggalkan kehangatan rumah orangtuanya di Santpendor, sekitar 70 kilometer dari Barcelona, untuk berlatih di La Masia pada tahun 1984. Delapan tahun kemudian, mimpi Guardiola menjelma menjadi kenyataan. Pada tahun pertamanya di tim senior pada 1992, Barcelona menjadi juara Piala Champions (sekarang bernama Liga Champions). Tujuh belas tahun berselang, Guardiola mencatat sejarah lagi. Dalam tahun pertamanya sebagai pelatih, dia merebut Liga Champions, plus dua trofi lain, Liga Spanyol dan Piala Raja.

Diresmikan sebagai pusat pelatihan bagi tim yunior Barcelona pada 20 Oktober 1979, La Masia menjadi salah satu kamp paling elite bagi bakat-bakat super dari seluruh dunia. Dalam 30 tahun, sebanyak 450 pemain bola muda memancangkan mimpinya di bangunan dengan luas 610 meter persegi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 40 pemain menjadi pemain utama Barcelona, sementara sisanya menyebar di klub-klub lain di Spanyol dan pelosok Eropa.

Sukses La Masia, menurut Carles Folguera yang menjadi direktur di kamp itu sejak 2002, adalah kombinasi antara tradisi citra klub yang penuh gaya, permainan menyerang, dan pendidikan multidimensional. ”Yang membedakan kami adalah pendidikan yang berlangsung selama 24 jam sehari dalam tujuh hari sepekan,” ujar Folguera kepada Reuters, pekan lalu.

”Tak ada satu pun bakat (pemain) yang tak bisa kami asah. Kami punya barisan profesional yang mampu memenuhi semua kebutuhan pemain-pemain muda penuh bakat yang haus dan punya mimpi besar menjadi juara,” kata Folguera yang mantan kiper tim hoki Barcelona.

Barangkali kombinasi yang diutarakan Folguera ada benarnya sebagai kunci sukses La Masia. Namun, kombinasi itu tak akan pernah berjalan tanpa kehidupan normal penghuni kamp yang masih berada di permulaan masa remaja. Mereka sungguh menjalani kehidupan seperti anak sebayanya.

Saat ini ada 60 penghuni kamp La Masia. Sepuluh di antara mereka menempati bekas rumah pertanian yang berlantai dua dan sisanya menempati asrama yang menyatu dengan Nou Camp.

Seperti remaja lain, penghuni La Masia memulai kegiatannya pada pukul tujuh pagi di kelas mengikuti pelajaran sekolah. Kegiatan sekolah berakhir pada pukul satu saat makan siang. Setelah istirahat sebentar, mereka belajar secara mandiri selama dua setengah jam. Pada pukul enam sore, para talenta yang sebagian berasal dari Brasil, Argentina, Hongaria, Georgia, Kamerun, dan Senegal ini berlatih sepak bola di kamp latihan Sant Joan Despi. Pukul 21.15 mereka makan malam dan lampu asrama dimatikan pukul 23.30.

Pekan lalu, saat La Masia merayakan ulang tahun ke-30, Guardiola ditanya kesan-kesannya tinggal di asrama bersejarah itu. ”Saya ingat hari pertama saat orangtua saya mengantar dan membekali saya dengan makanan yang enak,” kenang Guardiola. ”La Masia adalah pilar penting klub. Di sini kami menjaring bakat, mendidik agar mereka punya bekal berharga, bukan hanya bagi sepak bola, tetapi juga bagi kehidupannya.”

Kesaksian Guardiola dibenarkan Guillermo Amor, gelandang yang pernah tinggal di asrama La Masia antara 1980 dan 1988. ”Para guru dan pembimbing di sini memberikan bekal bagi kehidupan pribadi. Meskipun tidak masuk dalam tim utama, Anda tetap punya bekal untuk hidup pada arah yang lain, atau bahkan hidup dengan cara yang lain,” ujar Amor yang sejak hijrah dari Barcelona bermain untuk Fiorentina, Villarreal, dan Livingston.

”Sangat tidak mungkin, saat Anda melewati La Masia, untuk tidak menoleh ke sebuah tempat yang dulu sempat menjadi rumah Anda,” ujar Amor.

Jika La Masia memberikan bekal kehidupan pada arah yang lain bagi Amor, Guardiola sungguh menikmati brand of style kawah candradimuka yang juga melahirkan sejumlah pemain tenar seperti Sergi Barjuan, Ivan de la Pena, dan Sergio Garcia tersebut. Seperti kata Folguera, Guardiola sungguh menjiwai seni sepak bola menyerang yang bak ”setiap tarikan napas” setiap penghuni La Masia.

Musim lalu, sepak bola indah dan mematikan Barcelona menggenggam dunia dengan tiga mahkota bergengsi. Musim ini, mereka tetap superior dalam persaingan dengan Real Madrid yang musim panas lalu membelanjakan uang sekitar Rp 2,7 triliun untuk membangun ”Los Galacticos” baru.

Sumber:http://danyfrismadhesa.blogspot.com/2010/08/la-masia-akademi-sepakbola-barcelona_31.html

Tuesday, November 30, 2010

"El Clasico", Kemenangan Sepak Bola Menyerang


Kemenangan memang bisa diraih dengan cara apa pun. Itu salah satu filosofi yang dituduhkan orang kepada pelatih Real Madrid Jose Mourinho. Namun, pada partai "El Clasico" antara Barcelona melawan Madrid, Senin atau Selasa (30/11/2010) dini hari WIB, membuktikan, sepak bola menyeranglah yang akhirnya menentukan kemenangan.

"El Clasico" ini diyakini menjadi ajang pertarungan sepak bola indah nan menyerang milik Barcelona, juga sepak bola "negatif" ala Mourinho yang sering menghalalkan banyak cara. Jika akhirnya Barcelona menang 5-0, maka itu semakin menandaskan bahwa sepak bola menyeranglah yang akhirnya menang.

Bukan hanya skor 5-0 bentuk kemenangan Barcelona. Namun, permainan atraktif dan cerdas yang diperagakan Blaugrana mungkin telah memenangi hati 5 juta lebih penonton pertandingan itu.

Real Madrid, seperti gaya khas pelatih Jose Mourinho, tampil lebih mengedepankan pertahanan. Sementara, bagi Barcelona, sepak bola adalah menyerang. Begitu peluit berbunyi, mentalitas mereka hanya maju dan menekan.

Rupanya permainan Barcelona jauh lebih efektif. Mereka mampu menguasai dua per tiga permainan atau 67 persen berbanding 33 persen. Barcelona juga mampu mengirim enam tendangan ke gawang dan lima di antaranya menjadi gol, sedangkan Madrid hanya mampu melepaskan dua tendangan tepat ke gawang.

Tak hanya itu, Madrid tampak panik dan kehilangan ide begitu ditekan Barcelona. Mereka cenderung segera mengamankan gawang tanpa sempat membuat perencanaan. Sebaliknya, Barcelona terus menekan saat bertahan atau menyerang.

Hasilnya sangat luar biasa. Kemenangan 5-0 sama saja mengabarkan bahwa sepak bola menyerang lebih baik daripada permainan defensif. Memang, Madrid tak seluruhnya defensif. Akan tetapi, mereka tak memiliki mentalitas menyerang secara total seperti halnya Barcelona.

Kedua tim sama-sama bertabur bintang. Pemainnya juga sama-sama punya kecerdasan tinggi. Namun, secara tim Barcelona lebih solid dan kuat.

Kecepatan, kreativitas, kekompakan, luasnya ide, ketepatan, irama, fisik, serta dukungan publik menjadi kunci kemenangan Barcelona.

Barcelona punya gerakan cepat dan dinamis dalam menyerang ataupun bertahan. Kreativitas mereka juga belum ada yang menandingi. Gerakan rumit yang dipadu umpan satu-dua membuat Barcelona seperti badai yang sulit ditahan. Bahkan, tim sekelas Madrid pun tak kuasa.

Kecerdasan Barca juga luar biasa. Para pemainnya bisa berpikir cepat dan menganalisis situasi dengan tepat. Yang paling menonjol soal kecerdasan tentulah Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Lionel Messi. Namun, pemain lainnya tak terlalu jauh berbeda.

Mereka tak pernah mubazir dalam bergerak, mengolah bola, ataupun mengumpannya. Banyak gerakan dan aliran bola Barca yang sulit terbayangkan sebelumnya. Hebatnya, semuanya berjalan dalam kekompakan tinggi.

Dukungan publik sudah tak perlu diragukan. Stadion Camp Nou dipenuhi 100.000 orang yang mayoritas pendukung Barca. Lalu, kekuatan fisik Barcelona juga cukup prima. Mereka rata-rata berpostur kecil. Akan tetapi, mereka punya dinamika tinggi karena ditopang fisik yang baik. Bermain dengan selalu bergerak seperti Barcelona sangat melelahkan. Nyaris seperti bermain bola basket.

Maka, wajar jika Barcelona sering disebut sebagai tim terbaik saat ini. Mereka telah membuktikan dominasinya dalam lima tahun terakhir.

Sepak bola menyerang memang sempat dijauhi banyak tim karena dinilai terlalu riskan. Namun, Barcelona telah membuktikan bahwa gaya permainan ini sangat mengagumkan. Mereka mampu menyerang dengan efektif, tetapi juga bertahan dengan baik, juga menghibur dengan memuaskan. Menang pula dengan mengagumkan. Selain skor, statistik lain membuktikan.

Menyerang adalah pertahanan terbaik. Dan, menyerang adalah cara menang terbaik. Soal seperti itu, salah satu pesan yang bisa diambil dari pembantaian Barcelona terhadap Madrid di Camp Nou.

Sumber:http://bola.kompas.com/read/2010/11/30/0838562/El.Clasico..Kemenangan.Sepak.Bola.Menyerang-8
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings