Showing posts with label Stress. Show all posts
Showing posts with label Stress. Show all posts

Wednesday, June 15, 2011

8 Kiat Redakan Stres Ditempat Pekerjaan


PIKIRAN dan tubuh manusia saling berhubungan erat satu sama lain. Stres yang berkelanjutan mengubah struktur kimia darah, melemahkan sumber daya tubuh, dan kemampuannya beradaptasi.

Ketika hal ini terjadi, kekebalan tubuh memburuk dan akhirnya seseorang mengalami sakit. Oleh karena itu, penting untuk istirahat teratur dari aktivitas rutin sehari-hari untuk memberikan pikiran dan tubuh pemulihan yang baik.

"Cara lain yang efektif untuk memerangi stres adalah dengan melakukan obrolan ringan dengan orang-orang di sekitar, termasuk keluarga, teman, dan bahkan mungkin kolega. Ketika merasa stres atau sedih, bicaralah dengan orang terdekat, ekspresikan diri dan berbagi masalah. Ini akan sedikit mengurangi beban dan membuat Anda merasa tenang mengetahui ada seseorang di luar sana yang peduli. Pasalnya, memendam emosi dan pikiran dapat meningkatkan stres," papar Dr Surapong Ambhanwong, Chief of Medical and International Business Officer dari Phyathai Group of Hospitals, Bangkok, Thailand.

Pernah dengar pepatah, “Kerja tanpa bermain membuat hidup membosankan?”. Pola hidup seperti ini juga bisa menyebabkan stres. Kita perlu mencari waktu untuk menghentikan kegiatan rutin, beristirahat, dan mempererat hubungan dengan keluarga. Semuanya harus seimbang.

Ambil waktu untuk berlibur, bisa juga hanya tinggal di rumah untuk melakukan hal-hal santai, seperti membaca, tidur, menghabiskan waktu bersama keluarga, karaoke, berkebun, memasak, atau aktivitas lain yang disuka.

Kantor bagaikan hutan di masa modern. Karena kita menghabiskan sebagian besar waktu di "hutan" ini, maka penting untuk belajar bertahan hidup di dalamnya dengan menciptakan lingkungan positif bagi diri sendiri. Bagaimana caranya?

1. Jalin hubungan baik dengan kolega
2. Hindari politik kerja dan bergosip
3. Bersikap objektif dan netral
4. Terus-menerus memvisualisasikan situasi konstruktif dan bermanfaat
5. Gunakan kata-kata positif dalam percakapan atau dialog sehari-hari
6. Fokus untuk berada dalam lingkaran positif dan tetap produktif
7. Tetapkan tujuan yang realistis dan ukur efektivitas pribadi Anda untuk sekarang dan masa depan
8. Pilih prioritas kerja dan selesaikan tugas-tugas penting terlebih dahulu

Anda harus bangga dengan prestasi dan penghargaan yang telah dicapai dalam kegiatan yang disukai. Berapapun usia Anda, melatih otak adalah cara baik dalam memahami dan belajar dari kehidupan Anda. Pikiran positif mengantisipasi kebahagiaan, kesehatan, dan hasil yang sukses dari setiap situasi dan tindakan.

Dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People, Stephen R. Covey mengatakan bahwa perubahan dimulai dalam diri sendiri. Jika manusia terus-menerus stres dan tidak bahagia dengan lingkungan dan orang-orang sekitar, coba ambil langkah mundur dan refleksikan diri sendiri, lalu pikirkan apa yang dapat dilakukan untuk perbaiki situasi. Ganti perasaan negatif dengan berpikir positif. Pikiran positif memberikan kebahagiaan, kesehatan, dan hasil yang sukses dari setiap situasi dan tindakan.

"Jalanilah hidup ini dengan positif, meskipun masalah terus datang dan pergi. Setiap rintangan dan tekanan yang datang jangan sampai memengaruhi sikap positif menghadapi hidup. Pikiran sehat dari tubuh yang sehat akan membuat hidup berharga untuk dijalani," pungkasnya.(okezone.com)

Wednesday, December 29, 2010

Nonton Bola, Pemicu Stres Terbesar


Selama ini kebanyakan orang berpikir, aktivitas paling membuat stres dalam kehidupan sehari-hari adalah yang menyangkut keuangan, pekerjaan dan rumah tangga. Namun ternyata tidak untuk warga Amerika. Bagi mereka, pemicu stres terbesar adalah menonton pertandingan sepakbola tim kesayangan.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan Institut Nasional untuk Studi seputar Stres, Niftsos, dikutip dari Health Mad.

"Sepakbola bisa membangkitkan stres jangka pendek. Dampak aktivitas menonton tim favorit bertanding lebih tinggi dibandingkan kegiatan lainnya. Para penggemar sepakbola rata-rata akan terbawa permainan sampai jauh ke dalam dirinya. Kondisi itulah yang bisa menyebabkan stres," kata salah seorang peneliti, Dr Jens Dulevey.

Hal itu dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan terhadap 2.000 penggemar sepakbola. Rata-rata, para penggemar berat olahraga ini tekanan darahnya naik mencapai lebih dari 30% saat menonton pertandingan. Saat menyaksikan permainan, para responden mengaku merasa seolah-olah ikut berlari mengejar dan merebut bola di lapangan.

Menurut penelitian lainnya, selain karena terlalu terbawa dengan tim kesayangannya, stres juga bisa diakibatkan oleh munculnya amarah akibat kesalahan wasit atau kekalahan tim favorit.

Lalu bagaimana caranya supaya menyaksikan sepakbola tidak stres berat? Kuncinya sederhana, kata Dr Dulevey, penggemar sepakbola harus bisa santai, mengatur napas ketika emosi mulai memuncak, dan tidak mengonsumsi alkohol saat menonton pertandingan.

Sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/196408-nonton-bola--pemicu-stres-terbesar

Friday, December 24, 2010

Gejala Stres Bisa Dilihat dari Mulut


Jakarta, Jika seseorang mengalami stres berlebihan umumnya akan merasakan sakit kepala. Padahal stres berat bisa ditandai dengan beberapa gejala seperti gangguan kesehatan mulut dan gigi.

Seperti dikutip dari WebMD, Jumat (24/12/2010) stres berat dan kecemasan dapat mempengaruhi kesehatan mulut yang mencakup sariawan, menggeretak gigi, tidak sehatnya mulut dan penyakit gigi serta gusi lainnya.

Sariawan
Sariawan di mulut biasanya ditandai dengan luka berwarna putih kemerahan yang muncul di dalam mulut dan kadang bisa timbul beberapa di tempat yang berbeda. Meskipun para ahli tidak yakin apa penyebabnya, tapi kemungkinan akibat infeksi virus atau bakteri karena ada masalah dalam sistem kekebalan tubuh. Saat seseorang merasa stres atau kelelahan akan membuatnya rentan terkena sariawan karena kekebalan tubuhnya rendah.

Sebagian besar sariawan hilang dalam waktu seminggu hingga 10 hari dan untuk mengurangi iritasi usahakan menghindari makanan pedas, panas atau yang mengandung asam tinggi.

Menggeretak gigi
Secara tidak sadar saat sedang stres seseorang akan mengepalkan dan menggertakkan giginya siang dan malam hari, padahal kegiatan ini adalah salah satu kebiasaan buruk yang bisa menyebabkan masalah pada sendi temporomandibular (temporomandibular joint/TMJ). Sendi ini terletak di depan telinga yang mana tulang tengkorak dan rahang bawah bertemu.

Kesehatan mulut yang buruk
Berada di bawah tekanan yang ekstrem akan mempengaruhi suasana hati yang bisa membuat seseorang melewati kebiasaan merawat kebersihan mulut dan mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti ngemil makanan manis.

Jika mulut tidak terawat dengan baik, maka akan mempengaruhi kesehatan mulut dan gigi secara keseluruhan. Kondisi ini bisa mengakibatkan penyakit gusi dan meningkatkan risiko gigi berlubang. Padahal menjaga kebersihan diri dan juga konsumsi makanan sehat bisa membantu menghilangkan stres serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Penyakit gusi
Stres bisa menyebabkan peningkatan plak gigi meskipun hanya berlangsung singkat. Jika terjadi dalam jangka waktu panjang stres ini bisa mendorong risiko perdarahan gusi, radang gusi serta penyakit gusi lainnya yang lebih parah. Selain itu stres bisa menyebabkan depresi, dan menurut studi diketahui pasien depresi memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami kegagalan pengobatan yang maksimal untuk penyakit gusi.

Sumber:http://www.detikhealth.com/read/2010/12/24/100336/1532146/766/gejala-stres-bisa-dilihat-dari-mulut?881104755

Monday, October 11, 2010

Predikat Baru Las Vegas: Kota Paling Stres

 Las Vegas mungkin surga bagi para penjudi dunia, tapi predikat baru versi majalah Forbes bertolak belakang.

Menurut forbes, Las Vegas adalah kota yang paling membuat stres di Amerika Serikat. Salah satu parameternya adalah, penduduknya paling sibuk dan selalu terburu-buru dalam melakukan aktivitasnya.

Memang, sebanyak 36 juta turis per tahun mendatangi Las Vegas untuk melarikan diri sejenak dan mencoba peruntungan dalam berjudi -- namun, itu tidak membuat kehidupan penduduk Las Vegas menjadi lebih baik.

Faktanya, tingkat pengangguran di kota Las Vegas mencapai 14,5 persen, tertinggi dibandingkan kota-kota lainnya di Amerika.

"Tingkat stres di Las Vegas sangat tinggi, para penduduk bekerja 24 jam per hari," ujar peneliti tingkat stres, Kathleen Grace Santor.

Tak hanya itu, berolahraga -- yang merupakan salah satu aktivitas yang dapat mengurangi stress -- ternyata tak dilakukan penduduk Las Vegas.

Survey Centers for Disease Control and Prevention menyatakan 30 persen penduduk Las Vegas tidak berolahraga dalam sebulan terakhir.

Padahal, "berolahraga 30 menit per hari dapat menurunkan hormon stres dalam peredaran darah dibandingkan orang yang tidak pernah berolahraga," ujarnya.

Panas yang menyengat dan angin gurun yang menggigit adalah salah satu faktor kenapa orang menjadi malas berolahraga di luar. “Sekarang sudah tidak ada orang lagi yang sekedar berjalan-jalan ke luar untuk berolahraga,” ucapnya.(vivanews.com)
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings