Showing posts with label Mainan. Show all posts
Showing posts with label Mainan. Show all posts

Tuesday, February 7, 2012

Iran Blokir Boneka Simpsons


Iran menambahkan boneka dari karakter kartun The Simpsons ke dalam daftar mainan yang dilarang di negara ini. Sebelumnya, Barbie telah dilarang beredar di negara yang kerap dijuluki Negeri Para Mullah ini.  

Surat kabar Iran, Shargh, melaporkan pengambil keputusan adalah Institut Pengembangan Intelektual Anak dan Remaja sebagai salah satu langkah untuk memblokir promosi budaya Barat di negeri itu. Namun, pejabat institut, Mohammad Hossein Farjoo, tidak menjelaskan secara rinci mengapa Simpsons masuk dalam daftan mainan terlarang.


Surat kabar ini melaporkan, setiap boneka yang alat kelaminnya dibedakan dilarang di negeri itu. Begitu juga boneka berbentuk orang dewasa. 

Pada bulan Januari tahun lalu, karakter Barbie resmi dilarang. Polisi menutup puluhan toko mainan yang menjual boneka itu kendati tampil berkerudung. 

Sejak revolusi Islam 1979 yang menggulingkan monarki pro-Barat, Iran mengubur seluruh pengaruh budaya Barat. Semua yang berbau Barat dilarang di negeri ini, termasuk mainan, film, dan musik. 

Sumber : www.tempo.co

Tuesday, December 21, 2010

Kenapa Bocah Lelaki Gemar Bermain Senjata?


London - Ilmuwan berhasil menemukan alasan mengapa anak perempuan gemar bermain boneka dan anak laki-laki lebih memilih senjata mainan. Ini bukanlah terkait stereotip seksual.

Berdasarkan studi terbaru dari Harvard University, Inggris, simpanse muda ternyata memiliki kecenderungan untuk bermain dengan tingkah laku yang mirip manusia. Meskipun bermain dengan tongkat, simpanse betina cenderung memperlakukan tongkat seperti boneka di mana mereka tampak seperti merawat bayi.

Temuan menunjukkan bahawa anak perempuan lebih memilih boneka dan anak laki-laki cenderung ke mainan senjata bukanlah karena sosialisasi stereotip seksual dan gender. Namun disebabkan ‘kegemaran biologis’.

Penelitian sebelumnya juga menunjukan bahwa monyet yang berada di penangkaran memiliki kecenderungan biologis dalam memilih mainan.Temuan terbaru itu berasal dari pengamatan selama 14 tahun di kumpulan simpanse Kanyawara di Taman Nasional Kibale, Uganda.

Mereka menemukan bahwa simpanse memanfaatkan tongkat dengan empat cara yaitu alat untuk menyelidiki lubang yang berpotensi menyimpan air atau madu, senjata untuk serangan agresif, alat bermain atau bermasyarakat dan bagian dari kehidupan.

“Kami melihat bahwa jika tongkat itu diibaratkan boneka di mana simpanse betina cenderung bermain dengan tongkat ini daripada jantan, maka tampak pula bukti bahwa mereka tidak lagi membawa tongkat setelah memiliki bayi mereka sendiri,” kata peneliti Richard Wrangham.

Ini juga menjadi bukti pertama bahwa simpanse memiliki kecenderungan untuk menjaga perilaku semasa kecil mereka seperti manusia memperlakukan lagu anak-anak dan mainan semasa kecil.

“Penemuan memberi bukti betapa tradisi perilaku simpanse lebih mirip dengan manusia daripada yang kita perkirakan sebelumnya,” ujar Richard Wrangham. Temuan ini dipublikasikan di jurnal Current Biology.

Sumber:http://teknologi.inilah.com/read/detail/1076662/kenapa-bocah-lelaki-gemar-bermain-senjata

Saturday, October 30, 2010

6 Permainan Tradisional Khas INDONESIA Yang Terlupakan

1.GALASIN

Galah asin atau di daerah lain disebut galasin atau gobak sodor adalah sejenis permainan daerah asli dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.
Permainan ini biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segi empat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.


2.CONGKLAK

Congklak adalah suatu jenis permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh indonesia.Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.
Congklak memiliki nama yang berbeda-beda di berbagai daerah,di malaysia permainan ini lebih dikenal dengan nama congklk dan istilah ini juga dikenal di beberapa daerah di Sumatera dengan kebudayaan melayu. Di jawa, permainan ini lebih dikenal dengan nama congklak, dakon, dhakon atau dhakonan. Selain itu di lampung permainan ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban sedangkan di Sulawesi permainan ini lebih dikenal dengan nama mokaotan, maggaleceng, aggalacang dan nogarata. Dalam bahasa Inggris, permainan ini disebut mancala.


 3.PETAK UMPET

 Permainan ini bisa dimainkan oleh minimal 2 orang,namun jika semakin banyak yang bermain maka akan menjadi semakin seru.

Cara bermain :

Dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di jakarta ada yang menyebutnya inglo, di daerah lain menyebutnya bon dan ada juga yang menamai tempat itu hong). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.


 4.GASING
  
Gasing adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkeseimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali. Selain merupakan mainan anak-anak dan orang dewasa, gasing juga digunakan untuk berjudi dan ramalan nasib.

Sebagian besar gasing dibuat dari kayu, walaupun sering dibuat dari plastik, atau bahan-bahan lain. Kayu diukir dan dibentuk hingga menjadi bagian badan gasing. Tali gasing umumnya dibuat dari nilon, sedangkan tali gasing tradisional dibuat dari kulit pohon. Panjang tali gasing berbeda-beda bergantung pada panjang lengan orang yang memainkan.

Gerakan gasing berdasarkan efek giroskopik. Gasing biasanya berputar terhuyung-huyung untuk beberapa saat hingga interaksi bagian kaki (paksi) dengan permukaan tanah membuatnya tegak. Setelah gasing berputar tegak untuk sementara waktu, momentum sudut dan efek giroskopik berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya bagian badan terjatuh secara kasar ke permukaan tanah.


 5.KELERENG
  
Kelereng (atau dalam bahasa jawa disebut nèkeran) adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca, tanah liat, atau agate. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng dapat dimainkan sebagai permainan anak, dan kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.
 
 6.EGRANG
  
Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantai atau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun. (Kaskus.us)
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings