Showing posts with label Iklim. Show all posts
Showing posts with label Iklim. Show all posts

Wednesday, January 22, 2014

Fenomena Polar Vortex

Polar Vortex mengakibatkan suhu udara dingin yang sangat ekstrim. Bahkan paling dingin dalam 20 tahun terakhir di kawasan tengah dan pantai Timur Amerika. Polar Vortex adalah sistem bertekanan rendah yang tebal dan dingin. Udara berubah arah sewaktu bergerak. Polar Vortex ini dimulai di Kanada. Setelah melintasi perbatasan, pusaran itu bergerak jauh ke Amerika tenggara.

Polar Vortex mengakibatkan suhu paling dingin dalam 20 tahun terakhir ke banyak kawasan di Amerika, demikian lapor Reuters.Anise Jenkin, seorang warga yang tinggal di Washington DC mengatakan, "Saya sudah mengenakan mantel, tiga sweater, dua blus dan pakain dalam khusus musim dingin, tapi saya merasa seperti tidak mengenakan apa-apa."


Cuaca sangat dingin itu juga mengejutkan pengunjung dari luar negeri. Seperti Deepak dari India mengunjungi saudaranya di New York."Air mata baru saja mengalir dari mata saya dan kepala saya seperti membeku," kata Deepak seperti dilansir VOA.

Cuaca ekstrim itu dimulai dengan sistem tekanan rendah di dekat Kutub Utara. Udara kutub itu berhembus ke selatan dengan angin kencang. Udara dingin itu melumpuhkan sebagian besar Amerika tengah, memaksa sekolah, kantor pemerintah dan bisnis tutup.

Tapi Polar Vortex tidak memiliki dampak yang yang sama di wilayah lain.Camden Walker, wartawan Washington Post menjelaskan, "Yang menarik, iklimnya justru lebih hangat di Alaska dan di Greenland karena ketika udara dingin di Kutub Utara dan sekitarnya terkuras, dan berhembus ke selatan, tidak ada lagi yang tersisa. Pada dasarnya ini adalah gelembung yang berhembus ke arah kami di AS."

Walker mengatakan, sistem cuaca itu bergerak dengan cepat ketika lewat tempat seperti Washington. Tapi udara dingin dan angin kencang bertahan lebih lama di Amerika tengah.

Pengaruh Polar Vortex sangatlah luas. Perusahaan penerbangan membatalkan lebih dari 11 ribu penerbangan selama empat hari. Cuaca dingin juga mengganggu layanan kereta api.

Di selatan, Tennessee Valley Authority mencatat rekor penggunaan energi listrik tertinggi karena pemilik rumah berjuang untuk tetap hangat. Mereka dengan memasang mesin penghangat mereka pada tingkat maksimum.

Dan bukan hanya Amerika Utara yang mengalami dingin yang ekstrim. Di Samudra Pasifik, kapal penelitian Rusia terjebak dalam es selama lebih dari seminggu.

Kapal Shokalskiy meninggalkan Selandia Baru pada 28 November 2013. Kapal itu mengangkut 52 penumpang ketika terjebak. Mereka diselamatkan tanggal 2 Januari, ketika sebuah helikopter menerbangkan mereka ke sebuah kapal pemecah es Australia.

Saturday, September 1, 2012

Keistimewaan Musim Gugur


Musim gugur adalah musim yang istimewa. Pada musim ini, di negeri-negeri beriklim sedang, langit yang biru, hari yang cerah, dan malam yang sejuk secara bertahap menghiasi bukit yang ditumbuhi pepohonan dengan beragam nuansa warna antara kuning, jingga, dan merah. Pada musim ini, pohon-pohon yang selalu hijau seperti cemara dan aras menjadi paduan yang sangat serasi bagi warna merah dan kuning terang dari pohon-pohon lain yang meranggas.

Musim gugur sangat digemari terutama di negeri-negeri Asia seperti Jepang dan Korea. Di Jepang, orang sering ”berburu warna-warni musim gugur”—istilah mereka untuk tamasya di musim gugur yang memungkinkan mereka untuk mengagumi karya seni ciptaan alam.





Warna-warni musim gugur merupakan bagian dari proses pohon-pohon mempersiapkan diri untuk menghadapi musim dingin. Hari-hari yang lebih singkat selama musim gugur mengingatkan jam biologis pada pohon untuk mulai menghentikan penyediaan air dan nutrisi ke daun. Setiap lembar daun bereaksi dengan membuat suatu lapisan pemisah pada pangkal tangkainya. Lapisan ini—terdiri dari suatu zat yang menyerupai gabus—menghambat aliran sirkulasi dari daun ke seluruh bagian pohon dan pada akhirnya menyebabkan daun gugur dari pohon.

Seraya proses ini berlangsung, pigmen-pigmen karotenoid mulai membubuhkan warna kuning atau jingga pada dedaunan. Pigmen-pigmen ini biasanya ada sepanjang musim panas, tetapi tidak tampak karena adanya klorofil hijau yang dominan pada daun. Di pihak lain, warna merah sebagian besar berasal dari antosian, suatu pigmen yang baru dihasilkan oleh daun pada musim gugur. Selama musim gugur, klorofil terurai, dan pigmen kuning dan merah menjadi menonjol. Sewaktu tidak ada lagi klorofil yang tersisa, daun pohon poplar menjadi kuning terang sedangkan daun pohon maple menjadi merah menyala.

Kebanyakan pencinta alam telah mengamati bahwa pemandangan musim gugur bervariasi dari tahun ke tahun dan dari tempat ke tempat. Hal ini sebagian besar bergantung pada jenis pohon meranggas yang terdapat di wilayah itu. Misalnya, beberapa spesies pohon maple menghasilkan warna-warna merah yang sangat mencolok. Banyak spesies pohon ini tumbuh secara alami di Asia dan sering ditanam di taman dan kebun.

Faktor lain adalah iklim—jumlah antosian yang dihasilkan daun-daun banyak bergantung pada cuaca. Siang hari yang cerah dan malam yang dingin menyebabkan daun menghasilkan jumlah antosian yang maksimum. Musim gugur di Timur Jauh biasanya memungkinkan keadaan ini. Jepang dan Korea adalah negeri-negeri yang memiliki banyak gunung. Banyak bukit di sana dipenuhi dengan berbagai varietas pohon yang meranggas sehingga menyediakan lingkungan yang tepat bagi para pengunjung untuk mengamati warna-warna musim gugur.

Saturday, March 31, 2012

Lapisan Es Tertua Laut Artik Mencair


Studi terbaru oleh ilmuwan NASA, Joey Comiso, menemukan bahwa es tertua dan tertebal di Laut Artik menghilang alias mencair lebih cepat daripada lapisan es yang lebih muda dan tipis. Penemuan tersebut dipublikasikan di Journal of Climate yang terbit bulan Februari 2012. Pencairan es tertua tersebut membuat kawasan Artik semakin terancam.

"Tutupan es di Artik menjadi semakin tipis karena kehilangan lapisan es tebal secara cepat. Pada saat yang sama, suhu permukaan di Artik meningkat, menyebabkan semakin pendeknya musim pembentukan es," kata Comiso yang dikutip NASA.


Dalam penelitian, Comiso membandingkan tutupan es abadi pada tahun 1980 dan tahun 2012. Data diambil dengan satelit pada tanggal 1 November 1979-31 Januari 1980 dan 1 November 2011-31 Januari 2012. Pengambilan data dilakukan dengan satelit Nimbus-7 milik NASA dan Special Sendor Microwave Imager/Sounder (SSMS) milik Defense Meteorological Satellite Program (DMSP).

Citra yang diambil bisa dilihat dalam gambar di atas. Wilayah yang tertutup es abadi digambarkan dengan warna putih terang dan wilayah rata-rata yang tertutup es berwarna biru hingga putih susu. Hasil pencitraan menunjukkan bahwa luasan es abadi (semua wilayah permukaan laut yang tertutup es abadi minimal 15 persen) menurun sebesar 15,1 persen per dekade.

Sementara wilayah es abadi (area yang sepenuhnya tertutup oleh es abadi) juga mengalami penurunan cukup signifikan, sebesar 17,2 persen per dekade.

Ilmuwan mengenalkan tiga jenis es. Es abadi adalah es yang tetap beku lebih dari dua musim panas. Es musiman adalah es yang terbentuk pada musim dingin dan cepat mencair. Sementara es perenial adalah es yang bisa bertahan paling tidak satu musim panas.

Dari penelitian, Comiso menemukan bahwa luas es perenial mengalami penurunan sebesar 12,2 persen per dekade. Sementara area es perenial menurun 13,5 persen per dekade.

"Butuh suhu dingin yang cukup panjang bagi es abadi untuk berkembang lebih tebal sehingga bisa bertahan di musim panas dan membalikkan tren ini," tambah Comiso.

Sumber : sains.kompas.com
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings