Saturday, June 18, 2011

Makan Siang Bareng Warren Buffett Senilai Rp 22,5 Miliar

Tarif harga makan siang normal di Smith & Wollensky dimulai dengan kisaran harga US 36,50 (Rp 312 ribu). Tapi, harga makan siang istimewa di Smith & Wollensky yang terletak di Manhattan, Amerika Serikat, tersebut bisa mencapai US$ 2,63 juta (Rp 22,5 miliar). Spesial karena makan siang bareng dengan miliarder Warren Buffett.

Nilai makan siang bareng salah satu orang terkaya di dunia tersebut merupakan hasil lelang amal untuk makan siang dengan Oracle of Omaha. Sebanyak dua penawar memasukkan delapan tawaran dalam lelang melalui situs lelang eBay yang dimulai Ahad lalu, 12 Juni 2011.

Penawaran akhir sebenarnya hanya mencapai $US 2,35 juta (Rp 20 miliar). Tetapi, sang pemenang lelang menambahkan uangnya untuk lelang tersebut agar melebihi nilai lelang tahun lalu.


Jumlah orang yang tertarik ikut lelang tersebut turun drastis dari tahun lalu. Pada 2010, sebanyak sembilan orang ikut lelang hingga terjadi 77 kali penawaran.

Proses lelang tersebut digelar GLIDE, sebuah lembaga amal di San Francisco yang dikenalkan kepada Buffett oleh istri pertamanya, Susan.

Buffett, 80 tahun, adalah bos perusahaan-perusahaan asuransi hingga es krim, Berkshire Hathaway.

Kegemaran Buffett terhadap daging merah banyak diketahui publik. Saat Rapat Umum Pemegang Saham Berkshire di Omaha, Buffett menyarankan para pemegang saham untuk mengunjungi rumah makan yang menyediakan steak untuk mencicipi satu atau dua steak.(TempoInteraktif.com)

Terlahir Sumbing, Bayi Dibuang di Tengah Sawah

Polisi menangkap Agus, 35, dan Ratna, 25, pasangan suami isteri asal Kampung Sukasirna, Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang diduga tega membuang bayi mreka di pematang sawah, Sabtu 18 Juni 2011. Keduanya baru sebulan menikah ketika usia si bayi sudah delapan bulan dalam kandungan Ratna.

“Karena cacat fisiknya kami sepakat membuangnya di tengah sawah. Kami malu punya bayi cacat,” kata Agus dihadapan polisi.

Kepala Unit Reserse Kriminal, Polsek Jonggol, Ajun Komisaris Agus Hidayat, menjelaskan, Agus dan Ratna membuang bayinya itu di sebuah gubuk di tengah sawah di desa tetangga, Sukaharja, tak lama setelah lahir pada Jumat malam lalu. Bayi lelaki itu dibungkus sarung dan memang diharap ada yang menemukannya.


Bayi itu ditemukan Komar, petani, masih hidup pada Sabtu siang. Dia segera membawanya ke puskesmas setempat dan bersama warga yang lain Komar lmelapor ke polisi.

Polisi menindaklanjutinya dengan segera mendatangi beberapa klinik bersalin, puskesmas dan bidan praktek terdekat. Upaya itu tidak sia-sia sebab dari salah satu bidan praktek diperoleh informasi bahwa pada Jumat malam baru menolong persalinan seorang ibu warga Jonggol.

Saat diberitahu ciri-ciri bayi, bidan langsung membenarkan lahir di tempat prakteknya. “Kedua orangtuanya saat itu buru-buru membawa bayi mereka. Mereka sangat mencurigakan, padahal saya minta untuk bermalam karena kondisi bayi belum sehat,” kata Agus mengutip bidan.

Kini polisi menjerat Agus dan Ratna dengan pasal tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun menanti keduanya.(TempoInteraktif.com)
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings