Showing posts with label Kalender. Show all posts
Showing posts with label Kalender. Show all posts

Friday, November 26, 2010

11 April 1954, Hari Paling Membosankan

 Sejumlah peristiwa penting dunia terjadi pada tahun 1954. Di antaranya pemecahan rekor dunia oleh pelari Inggris, Roger Bannister, Ratu Inggris untuk kali pertamanya mengunjungi Australia, dan bintang seksi, Marilyn Monroe menikahi atlet baseball, Joe DiMaggio.

Namun, dari sekian banyak hari bersejarah di tahun 1954, ada sebuah hari yang layak diberi predikat 'yang paling membosankan'. Hari itu baru jadi penting saat ini, justru karena 'ketidakpentingannya' dalam sejarah.

Bahkan para ahli menyatakan, 11 April 1954 adalah hari paling membosankan sepanjang abad ke-20.

Setelah mencari di antara 300 juta fakta dalam mesin pencari komputer, para ilmuwan mengatakan, tak menemukan kata kunci, kelahiran atau kematian pesohor di hari itu.

Berita terbaik yang mampu ditunjukkan mesin pencari adalah, fakta bahwa Belgia melaksanakan pemilu keempat pasca berakhirnya perang. Dan kelahiran akademisi Turki yang mengajarkan elektronik.

Juga ada berita tentang pemain bola, Jack Shufflebotham yang meninggal di usia 69 tahun. Serta rencana kudeta di Yanaon, sebuah koloni Prancis di India.

"Kami mencari tahu, dan hasil yang keluar adalah 11 April 1954, hari Minggu," kata William Tunstall-Pedoe, pendiri mesin mencari komputer, True Knowledge yang berbasis di Cambridge seperti dilansir Daily Mail.

"Hanya satu orang yang mungkin terkenal yang lahir hari itu, Abdullah Atalar, seorang akademisi Turki yang mengajarkan elektronik."

Bukan itu satu-satunya hari yang mendapat predikat 'paling membosankan' dalam sejarah. Berdasarkan Radio BBC, 18 April 1930 juga dianggap paling membosankan.

Bahkan, pukul 18.30 hari itu, yang harusnya ada siaran berita, si penyiar dengan pasrah mengumumkan: "Tak ada berita."

Namun kini, para ahli tak sepakat 18 April 1930 adalah hari paling membosankan. Kata mereka , hari itu dunia berada di masa depresi besar atau malaise. Di hari itu, juga hari kematian Joaquim de Albuquerque Arcoverde Cavalcanti, kardinal pertama yang lahir di Amerika Latin.

Ada juga kelahiran Clive Revill, aktor kelahiran Selandia Baru yang terkenal karena pertunjukan Shakespeare di atas panggung London.

Sumber:http://dunia.vivanews.com/news/read/190815-11-april-1954--hari-paling-membosankan

Monday, October 11, 2010

Tanggal yang tidak pernah ada dalam sejarah


Sistem penanggalan pada kalender Hijriah didasarkan pada perubahan fase bulan dari bulan penampakan hilal atau bulan sabit tipis ke hilal berikutnya. Satu periode hilal sama dengan satu periode sinodis bulan, lamanya 29,5306 hari.

Berbeda dari kalender Masehi yang digunakan di seluruh dunia untuk kepentingan administrasi, kalender bulan umumnya digunakan untuk keperluan ritual agama dan tradisi. Kedua kalender, satu tahun sama-sama terdiri dari 12 bulan. Satu tahun Hijriah memiliki 12 periode sinodis bulan atau 354,366 hari. Dibulatkan jadi 354 hari atau 355 hari untuk tahun kabisat.

Kalender Masehi didasarkan atas peredaran Bumi mengelilingi Matahari dari satu titik tertentu yang disebut solstis atau equinox kembali ke titik itu. Lama perjalanan Bumi mengelilingi Matahari 365,2422 hari—disebut satu tahun tropis, dibulatkan menjadi 365 hari atau 366 hari untuk tahun kabisat.

Perbedaan jumlah hari dalam satu tahun Hijriah dan Masehi menyebabkan pelaksanaan ibadah Ramadhan, perayaan Idul Fitri, dan Idul Adha selalu maju 10-12 hari dari tahun sebelumnya. Selisih 10 hari lebih maju terjadi jika tahun kalender Hijriah adalah tahun kabisat dan tahun Masehi-nya adalah tahun biasa atau tahun basit (pendek). Sedangkan selisih maju 12 hari terjadi jika tahun Hijriah-nya tahun biasa dan tahun Masehi-nya termasuk tahun kabisat.

Sederhana

Menurut peneliti Observatorium Bosscha dan pengajar Sistem Kalender pada Program Pascasarjana Astronomi Institut Teknologi Bandung, Moedji Raharto, saat dihubungi dari Jakarta, Senin (9/8), sistem penanggalan bulan banyak dipakai karena konsisten dan teratur. Fase bulan terjadi berulang: bulan baru-bulan sabit muda-bulan separuh awal-bulan purnama-bulan separuh akhir-bulan sabit tua-bulan mati dan kembali ke bulan baru secara periodik. ”Perubahan wajah bulan secara teratur di langit malam itu dicatat nenek moyang kita dan terciptalah penanggalan bulan,” katanya.

Sistem penanggalan memakai bulan sebagai acuan disebut penanggalan bulan (lunar/qamariyah). Kalender Jepang juga menggunakan periodisitas penampakan bulan.

Penanggalan yang menggunakan Matahari sebagai patokan, yaitu kalender Masehi atau kalender Kristiani atau penanggalan matahari (solar/syamsiyah). Sedangkan kalender China dan Yahudi memadukan sistem penanggalan matahari dan bulan secara bersama-sama atau menggunakan sistem penanggalan matahari-bulan (luni-solar).

Kalender bulan lebih sederhana dibandingkan kalender matahari. Sebelum ditetapkan sebagai kalender Hijriah, masyarakat Arab dan umat Islam di masa Nabi Muhammad telah menggunakan sistem ini, tetapi belum dibakukan.

Baru pada masa Khalifah Umar bin Khattab, sistem penanggalan itu dibakukan. Titik awal yang dipakai adalah masa hijrah Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, bertepatan dengan tahun 622 Masehi. Karena itu, tahun kalender Islam disebut tahun Hijriah.

Kalender Masehi

Kalender Masehi dikembangkan dari sistem kalender Julian pada masa Julius Caesar—tahun 45 sebelum Masehi. Dalam kalender ini, satu tahun tepat 365,25 hari, dibulatkan menjadi 365 hari. Empat tahun sekali jumlah hari menjadi 366 hari—disebut tahun kabisat.

Maju satu hari

Namun, panjang satu tahun tropis sebenarnya adalah 365,2422 hari. Akibatnya, setiap 128 tahun kalender Julian maju satu hari dari seharusnya. Hal itu berakibat pada mundurnya waktu Paskah. Sesuai ketentuan, Paskah jatuh hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama sesudah Matahari ada di titik vernal equinox—titik musim semi—pada 21 Maret.

Untuk mengatasi itu, titik musim semi harus dikembalikan agar tepat pada 21 Maret. Maka, perlu dilakukan pengurangan hari pada kalender Masehi. Pada 1582 dilakukanlah koreksi. Dengan mengacu ke Konsili Nicaea yang menetapkan titik musim semi pada 21 Maret 325, maka untuk mengembalikan 21 Maret 1582 tepat pada titik musim semi, jumlah hari pada tahun itu harus dipangkas 10 hari. Akibatnya, sesudah tanggal 4 Oktober 1582 langsung melompat ke tanggal 15 Oktober 1582. Artinya, tanggal 5-14 Oktober 1582 tidak pernah ada.

Koreksi juga dilakukan terhadap panjang satu tahun tropis kalender Julian. Perbaikan itu diajukan ahli fisika asal Naples, Aloysius Lilius, dengan menggunakan panjang satu periode tahun tropis adalah 365,2425 hari.

Perbaikan juga dilakukan pada tahun kabisat, yaitu tahun yang habis dibagi empat dan tahun yang habis dibagi 400. Tetapi, tahun yang habis dibagi 100 tidak disebut tahun kabisat.

Sistem ini diadopsi Paus Gregorius XIII. Karena itulah sistem penanggalan itu disebut sebagai sistem kalender Gregorian—yang kini paling banyak digunakan untuk kepentingan administrasi publik di seluruh dunia hingga kini.(kaskus.us)
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings