Showing posts with label Hutan. Show all posts
Showing posts with label Hutan. Show all posts

Thursday, November 29, 2012

Mengenal Penyebab Utama Kerusakan Hutan


Apa penyebab kerusakan hutan yang begitu meluas?Biang keladinya bukan sekadar tekanan ledakan penduduk. Kawasan-kawasan subur di bumi dapat dengan mudah menopang populasi dunia—dan bahkan dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Beberapa pemerintah mendesak para petani untuk mengubah tanah mereka menjadi tempat rekreasi, seperti tempat perkemahan, lapangan golf, atau taman margasatwa.
Lalu, mengapa hutan dunia menciut? Kita harus mencermati penyebab-penyebab kerusakan hutan yang sudah dapat di katakan sulit untuk di tanggulangi.



Jauh sebelum adanya ledakan penduduk, banyak pemerintah menjarah hutan demi mengejar kekuasaan dan kekayaan. Akan tetapi, setelah perang dunia kedua, gergaji mesin dan buldoser telah memungkinkan kerusakan hutan dalam skala yang lebih luas. Semakin banyak hutan yang rapuh dieksploitasi sebagai sumber pendapatan.

Perusahaan-perusahaan besar membeli areal tanah subur yang sangat luas dan menggunakan peralatan mekanis untuk menuai panenan siap jual. Karena diberhentikan dari pekerjaan, ribuan orang desa pindah ke kota. Namun, yang lainnya tergerak pindah ke hutan hujan. Lahan semacam itu kadang-kadang didengungkan sebagai ”tanah tanpa penduduk untuk penduduk tanpa tanah”. Pada saat orang-orang sadar betapa sukarnya berladang di tempat semacam itu, kerap kali itu sudah terlambat—hutan yang terbentang luas telah hilang.

Korupsi di kalangan pejabat juga telah berperan dalam menyebabkan kerusakan hutan. Izin penebangan mendatangkan banyak uang. Karena disuap, beberapa pejabat yang tidak jujur telah diketahui memberikan konsesi jangka pendek kepada perusahaan yang menjarah kayu dengan mengabaikan konservasi.

Akan tetapi, ancaman terbesar terhadap satwa liar di hutan bukanlah penebangan, melainkan pengubahan hutan menjadi lahan pertanian. Apabila tanahnya subur, dalam beberapa kasus pengubahan semacam itu mungkin dibenarkan. Tetapi sering kali, para pejabat yang korup dan tidak becus secara tidak perlu mengizinkan penebangan hutan yang tidak akan pernah bisa pulih ke kondisi semula,dan akhirnya kerusakan hutan tidak dapat di elakkan lagi.

Para kriminal juga merusak hutan. Penebang ilegal dengan diam-diam memotong pohon yang berharga, bahkan yang di taman-taman nasional. Kadang-kadang mereka menggergaji gelondongan menjadi papan langsung di hutan—praktek yang boros dan ilegal. Penduduk setempat dibayar untuk membawa kayu dengan sepeda atau bahkan pada punggung mereka. Lalu, untuk menghindari pos-pos pemeriksaan, truk-truk mengangkutnya melewati jalan-jalan gunung yang sunyi setelah hari gelap.

Jadi, deforestasi dan hilangnya satwa liar bukanlah akibat yang tak terelakkan dari peningkatan populasi. Hal itu sering diakibatkan oleh pengelolaan yang salah, perdagangan yang tamak, kejahatan, dan pemerintah yang korup. 

Saturday, June 25, 2011

Ditemukan Suku Tak Terjamah di Amazon

Rio De Janeiro – Pemerintah Brasil memastikan keberadaan suku baru tak terjamah di hutan hujan Amazon. Diperkirakan ada 68 populasi terisolasi di sana.

Sebanyak tiga pembukaan lahan besar teridentifikasi satelit. Namun seperti pernyataan National Indian Foundation (Funai), keberadaan populasi itu baru benar-benar terverifikasi setelah pesawat ekspedisi yang terbang April lalu berhasil mengumpulkan data.

Badan pemerintah itu menggunakan pesawat guna menghindari agar tidak menganggu kelompok terisolasi itu. Brasil memiliki kebijakan untuk tidak mengontak suku semacam ini. Gantinya, pemerintah akan berupaya mencegah invasi daerah itu guna melindunginya.


Funai memperkirakan ada 68 populasi terisolasi hidup di Amazon. Suku terbaru yang berhasil diidentifikasi diperkirakan berjumlah 200 individu dan hidup dalam empat gubuk jerami besar dan hidup dari menanam jagung, pisang, kacang dan panen lain.

“Mengidentifikasi dan melindungi suku ini merupakan bagian kebijakan umum Brasil. Untuk memastikan suku semacam ini butuh bertahun-tahun penelitian,” ujar koordinator ekspedisi Fabricio Amorim.

Sejauh ini, 11% dari wilayah Brasil dan 22% wilayah Brasil diketahui menjadi tempat hunian bagi suku-suku tak terjamah.

Tuesday, November 9, 2010

Hutan Batu yang Menakjubkan dan Mengerikan di Madagaskar

Di ujung barat madagaskar ada sebuah kota alam dengan menara menara batunya yang runcing gan. namanya tsyngi de bemaraha. kota ini sangat luas dan nyaris tidak tersentuh manusia gan!!!
Di pulau yang masyur dengan keanekaragaman hayatinya ini (90 persen spesies di tempat ini adalah endemis, tak ditemukan di tempat lain di Bumi), kawasan lindung seluas 1.550 kilometer persegi tersebut laksana menjadi sebuah pulau terpisah, semacam benteng hayati, kokoh, hampir tak terjamah, dan nyaris tak bisa ditembus berkat formasi batu gamping raksasa—tsingy—yang membentang di dalamnya.

Di sana, blok batu besar dari periode Jura berkecai menjadi labirin menara seruncing pisau, ngarai sempit, dan gua basah yang tak bisa dimasuki manusia, walaupun tempat ini menjadi rumah bagi berbagai satwa dan tumbuhan. Spesies baru sering ditemukan dari habitat terkucil di dalamnya—tanaman kopi baru pada 1996, lemur mini pada 2000, kelelawar pada 2005, katak dua tahun kemudian. Bahkan akhir-akhir ini ditemukan hewan yang lebih besar, termasuk lemur kaki panjang (Avahi cleesei) yang ditemukan pada 1990, tetapi baru pada 2005 dinamai secara agak jenaka dengan nama pelawak sekaligus aktivis konservasi Inggris John Cleese.











Sumber:http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5825535
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings