Tuesday, December 11, 2012

Mengenal Penyebab Dan Gejala Demam Berdarah

DBD merupakan bentuk dengue yang mengancam jiwa manusia. Masih banyak orang yang terkecoh dan keliru karena tidak memahami gejala demam berdarah. Beberapa orang menganggap penyakit ini seperti flu biasa. Ini yang seringkali membuat sikap menunda-nunda pemeriksaan ke dokter dan akhirnya berujung pada kematian.

Salah satu pembawa utama DBD adalah nyamuk Aedes aegypti. Spesies ini umum terdapat di daerah tropis dan subtropis di seputar dunia. Nyamuk Aedes aegypti berkembang pesat di daerah-daerah yang padat penduduk. Mengendalikan nyamuk tersebut merupakan salah satu kunci untuk mengendalikan penyakit dan gejala demam berdarah.



Pengendalian nyamuk dalam skala seluas dunia bukan hal yang mudah. Tetapi pengendalian nyamuk Aedes aegypti bisa meminimalisir penyakit dan gejala demam berdarah. Akan tetapi, ada hal-hal yang harus dilakukan untuk membantu mengurangi risiko di sekitar rumah. Nyamuk betina bertelur di air. Larva-larva dapat berkembang dalam wadah apa pun yang dapat menampung air selama kira-kira seminggu, misalnya ban bekas, kaleng bekas, botol, atau sisa-sisa tempurung kelapa. Menyingkirkan wadah-wadah semacam itu berarti melenyapkan tempat-tempat pembiakan nyamuk. Selain itu, disarankan agar ember atau perahu dijungkirkan. Menyingkirkan air yang tergenang pada talang air juga membantu. 

Apa yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak penyakit ini? Bila gejala demam berdarah sudah terlihat,seperti bercak-bercak merah atau rasa nyeri pada otot dan persendian atau di belakang mata, hendaknya segera meminta nasihat dokter agar segera dilakukan tindakan pencegahan.

Dokter mungkin akan mengadakan uji darah. Dengue yang tidak menyebabkan perdarahan mungkin hanya membutuhkan perawatan sederhana. Tetapi, jika pengujian menunjukkan gejala demam berdarah positif, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan agar cairan tubuh dikelola secara saksama. Ini mungkin mencakup penggunaan oralit, seperti untuk penanganan diare, atau, pada kasus yang lebih kritis, penggantian cairan melalui infus dengan larutan Ringer, larutan garam, atau lainnya. Dalam menangani kasus renjatan, boleh jadi dokter menganjurkan jenis pengobatan tertentu untuk meningkatkan tekanan darah dan memulihkan jumlah keping darah. 

Berikut gejala demam berdarah :

-demam tinggi mendadak
-sakit kepala yang hebat
-nyeri di balik mata
-nyeri pada persendian dan otot
-pembengkakan kelenjar getah bening
-bercak-bercak merah
-kelelahan

Gejala yang lebih spesifik :

-ambruk mendadak
-pendarahan kulit
-pendarahan secara umum
-kulit dingin dan berkeringat dingin
-gelisah
-renjatan dengan denyut nadi lemah
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings