Monday, December 27, 2010

Malam Tahun Baru Diguyur Hujan Meteor Quadrantids

Bandung - Jika tak mendung apalagi hujan, langit malam tahun baru 2011 bakal menjadi layar pertunjukan bagi empat hujan meteor sekaligus. Hujan meteor Quadrantids akan berlangsung mulai 1 hingga 5 Januari mendatang. Tiga hujan meteor lainnya beraksi hingga 20 Januari.

Astronom dari Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Evan Irawan Akbar mengatakan, hujan meteor Quadrantids akan terlihat di langit sebelah timur laut. Dari garis horison, ketinggiannya sekitar 30 derajat. “Seluruh dunia termasuk Indonesia bisa menyaksikannya,” kata Evan, Senin (27/12).

Waktu terbaik menyaksikan hujan meteor Quadrantids antara pukul 01.00 hingga subuh.
Pada 1-3, dan 5 Januari, diperkirakan bakal melesat 15 meteor per jam. Sedangkan pada malam puncak 4 Januari, ada 40-an meteor yang terlihat setiap jamnya. “Tapi masa puncak itu singkat, hanya 3 jam dari pukul satu dinihari,” ujarnya.

Hujan meteor Quadrantids kali ini memang tidak sederas hujan meteor lainnya. Alasannya, kata Evan, lintasan bumi berada agak jauh dari gumpalan asteroid atau komet yang menyebarkan partikelnya itu dan terlihat sebagai hujan meteor di bumi. “Ibarat mobil, bumi tidak melintas di tengah tapi di pinggir jalan,” katanya.

Bersamaan dengan hujan meteor Quadrantids, tiga hujan meteor lainnya turun secara acak. Titik arah datang tiga hujan meteor yang belum diketahui namanya itu, ujar dia, bisa datang dari mana saja. Frekuensinya relatif kecil, sekitar 10 meteor per jam.

Pengalamannya tahun lalu, seluruh keindahan hujan cahaya langit di awal tahun itu bisa disaksikan dari kampus Institut Teknologi Bandung dengan mata telanjang. Observatorium Bosscha sendiri tidak akan memantau dan merekamnya karena masalah teknis. “Selain terhalang pepohononan, teropong Bosscha dirancang untuk mengamati langit selatan,” katanya.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/12/27/brk,20101227-301819,id.html

Siap Dikubur, Nenek Ini Hidup Lagi

 Ipatinga - Maria das Dores, 88 tahun, membuat geger. Nenek di Brasil itu telah dinyatakan meninggal oleh dokter, pihak keluarga pun sudah siap menguburnya. Tapi beberapa jam sebelum dikubur, peti mati Maria bergerak-gerak. Ternyata dia masih hidup.

"Dia masih bernafas dan bergerak-gerak di dalam peti mati," kata cucu Maria, Silva Amancio seperti dikutip dari NY Daily News, Senin (27/12).

Maria langsung dilarikan ke rumah sakit di Ipatinga, Minas Gerais, sebuah negara bagian di Brasil. Di rumah sakit itu dia langsung dirawat di Intensive Care Unit.

Sebelum dinyatakan meninggal pada 22 Desember, Maria menderita hipertensi, penyempitan pembuluh darah, dan Alzheimer. Sebuah laporan juga menyebutkan kakinya telah diamputasi pada November lalu. Maria kemudian hidup lagi pada 25 Desember, hari pemakamannya.

Custodia Amancio, anak Maria mengatakan sangat senang ibunya masih hidup. Namun dia kecewa dengan pihak rumah sakit yang menyatakan ibunya telah meninggal. "Tapi saya belum tahu apakah akan menuntut pihak rumah sakit," ujar Amancio.

Polisi akan menyelidiki kasus Maria yang telah dinyatakan meninggal sebelumnya. Bahkan pihak keluarga telah menandatangani sertifikat kematian.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/oops/2010/12/27/brk,20101227-301892,id.html
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings