Showing posts with label Bumi. Show all posts
Showing posts with label Bumi. Show all posts

Thursday, August 30, 2012

Atmosfer Bumi Penunjang Kehidupan Manusia

Atmosfer bumi merupakan suatu lautan udara yang mengelilingi bumi hingga ketinggian kira-kira 80 kilometer. Beratnya lebih dari 5.000.000.000.000.000 (5 kuadriliun) ton dan menekan kepala kita dengan kekuatan 1,03 kilogram per sentimeter persegi atau 101 kilopascal atau 1.013 milibar di atas permukaan laut. Tanpa tekanan udara tersebut, manusia tidak dapat hidup, mengingat tekanan tersebut mencegah menguapnya cairan tubuh.Bagian atas atmosfer tidak memiliki cukup tekanan udara untuk menunjang kehidupan manusia.

Tanpa atmosfer bumi, tidak akan ada medium yang dapat membuat debu melayang-layang yang memungkinkan terbentuknya tetesan air. Sehingga, tidak akan ada hujan. Jika bukan karena atmosfer, manusia akan hangus oleh sinar matahari yang langsung, dan akan beku kedinginan pada malam hari. Syukurlah, atmosfer berfungsi bagaikan selimut, yang menjerat sebagian panas matahari sehingga malam tidak terlalu dingin.


Lagi pula, atmosfer menyediakan perlindungan terhadap jatuhnya meteor dari ruang angkasa yang dapat membahayakan penduduk bumi. ”Benda-benda padat dari ruang angkasa,” Herbert Riehl menjelaskan dalam bukunya Introduction to the Atmosphere, ”jatuh di batas luar dari atmosfer dengan berat keseluruhan kira-kira beberapa ribu ton per hari.” Akan tetapi, kebanyakan meteor hancur di atmosfer sebelum mencapai permukaan bumi.

Atmosfer membuat hidup manusia lebih menyenangkan. Ia memberikan manusia langit yang biru dan indah, awan putih besar, hujan yang menyegarkan, serta terbit dan terbenamnya matahari yang sangat indah. Selain itu, tanpa atmosfer manusia tidak dapat mendengar suara dari orang-orang yang di cintai, juga tidak dapat mendengarkan musik favoritnya. Mengapa? Karena gelombang suara membutuhkan suatu zat sebagai penghantar. Udara merupakan pembawa suara yang sempurna, sedangkan di luar angkasa tidak ada suara yang dapat terdengar.

Tentu saja, semakin banyak yang di ketahui tentang atmosfer, semakin banyak alasan manusia untuk merasa takjub. Komposisinya yang terdiri dari nitrogen, oksigen, dan beberapa gas lain yang jumlahnya sangat sedikit begitu tepat. Ukuran bumi juga begitu tepat untuk mempertahankan keseimbangan. Seandainya bumi lebih kecil dan beratnya kurang, gravitasinya akan terlalu lemah, dan banyak dari atmosfer bumi yang berharga akan terlepas ke ruang angkasa.

Akan tetapi, sungguh menyedihkan ”keseimbangan yang pelik ini” sedang dikacaukan oleh gaya hidup manusia modern. Akan tetapi, ada dasar untuk optimis,yakin bahwa atmosfer bumi yang berharga bisa di selamatkan asalkan segenap manusia di bumi ini saling bekerjasama untuk menjaga keseimbangan bumi ini.

Saturday, March 31, 2012

Lapisan Es Tertua Laut Artik Mencair


Studi terbaru oleh ilmuwan NASA, Joey Comiso, menemukan bahwa es tertua dan tertebal di Laut Artik menghilang alias mencair lebih cepat daripada lapisan es yang lebih muda dan tipis. Penemuan tersebut dipublikasikan di Journal of Climate yang terbit bulan Februari 2012. Pencairan es tertua tersebut membuat kawasan Artik semakin terancam.

"Tutupan es di Artik menjadi semakin tipis karena kehilangan lapisan es tebal secara cepat. Pada saat yang sama, suhu permukaan di Artik meningkat, menyebabkan semakin pendeknya musim pembentukan es," kata Comiso yang dikutip NASA.


Dalam penelitian, Comiso membandingkan tutupan es abadi pada tahun 1980 dan tahun 2012. Data diambil dengan satelit pada tanggal 1 November 1979-31 Januari 1980 dan 1 November 2011-31 Januari 2012. Pengambilan data dilakukan dengan satelit Nimbus-7 milik NASA dan Special Sendor Microwave Imager/Sounder (SSMS) milik Defense Meteorological Satellite Program (DMSP).

Citra yang diambil bisa dilihat dalam gambar di atas. Wilayah yang tertutup es abadi digambarkan dengan warna putih terang dan wilayah rata-rata yang tertutup es berwarna biru hingga putih susu. Hasil pencitraan menunjukkan bahwa luasan es abadi (semua wilayah permukaan laut yang tertutup es abadi minimal 15 persen) menurun sebesar 15,1 persen per dekade.

Sementara wilayah es abadi (area yang sepenuhnya tertutup oleh es abadi) juga mengalami penurunan cukup signifikan, sebesar 17,2 persen per dekade.

Ilmuwan mengenalkan tiga jenis es. Es abadi adalah es yang tetap beku lebih dari dua musim panas. Es musiman adalah es yang terbentuk pada musim dingin dan cepat mencair. Sementara es perenial adalah es yang bisa bertahan paling tidak satu musim panas.

Dari penelitian, Comiso menemukan bahwa luas es perenial mengalami penurunan sebesar 12,2 persen per dekade. Sementara area es perenial menurun 13,5 persen per dekade.

"Butuh suhu dingin yang cukup panjang bagi es abadi untuk berkembang lebih tebal sehingga bisa bertahan di musim panas dan membalikkan tren ini," tambah Comiso.

Sumber : sains.kompas.com

Monday, December 27, 2010

Malam Tahun Baru Diguyur Hujan Meteor Quadrantids

Bandung - Jika tak mendung apalagi hujan, langit malam tahun baru 2011 bakal menjadi layar pertunjukan bagi empat hujan meteor sekaligus. Hujan meteor Quadrantids akan berlangsung mulai 1 hingga 5 Januari mendatang. Tiga hujan meteor lainnya beraksi hingga 20 Januari.

Astronom dari Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Evan Irawan Akbar mengatakan, hujan meteor Quadrantids akan terlihat di langit sebelah timur laut. Dari garis horison, ketinggiannya sekitar 30 derajat. “Seluruh dunia termasuk Indonesia bisa menyaksikannya,” kata Evan, Senin (27/12).

Waktu terbaik menyaksikan hujan meteor Quadrantids antara pukul 01.00 hingga subuh.
Pada 1-3, dan 5 Januari, diperkirakan bakal melesat 15 meteor per jam. Sedangkan pada malam puncak 4 Januari, ada 40-an meteor yang terlihat setiap jamnya. “Tapi masa puncak itu singkat, hanya 3 jam dari pukul satu dinihari,” ujarnya.

Hujan meteor Quadrantids kali ini memang tidak sederas hujan meteor lainnya. Alasannya, kata Evan, lintasan bumi berada agak jauh dari gumpalan asteroid atau komet yang menyebarkan partikelnya itu dan terlihat sebagai hujan meteor di bumi. “Ibarat mobil, bumi tidak melintas di tengah tapi di pinggir jalan,” katanya.

Bersamaan dengan hujan meteor Quadrantids, tiga hujan meteor lainnya turun secara acak. Titik arah datang tiga hujan meteor yang belum diketahui namanya itu, ujar dia, bisa datang dari mana saja. Frekuensinya relatif kecil, sekitar 10 meteor per jam.

Pengalamannya tahun lalu, seluruh keindahan hujan cahaya langit di awal tahun itu bisa disaksikan dari kampus Institut Teknologi Bandung dengan mata telanjang. Observatorium Bosscha sendiri tidak akan memantau dan merekamnya karena masalah teknis. “Selain terhalang pepohononan, teropong Bosscha dirancang untuk mengamati langit selatan,” katanya.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/12/27/brk,20101227-301819,id.html

Thursday, December 23, 2010

Kutub Utara dan Selatan Bumi Bergeser


Setiap kurang lebih 200 ribu tahun sekali, kedua kutub planet Bumi, utara dan selatan saling bergeser. Umumnya, pergeseran kedua kutub itu membutuhkan waktu ribuan tahun.

Scott Bogue, geolog dari Occidental College dan Jonathan Glen, peneliti dari US Geological Survey (USGS) yang mengamati lava di kawasan Nevada yang telah berusia 15 juta tahun.

Hasilnya, dari penelitian, mereka menemukan bahwa kutub planet Bumi pernah bergeser beberapa kali lipat lebih cepat dibanding kecepatan normal. Setidaknya satu kali.

“Saat lava mendingin, ia menyimpan catatan medan magnet Bumi,” kata Bogue, seperti dikutip dari Discovermagazine, 23 Desember 2010. “Setelah mengamati lava yang mengalami pendinginan selama 2 tahun berturut-turut, diketahui bahwa lava di kawasan itu bergeser 53 derajat dari timur ke arah utara dengan kecepatan 1 derajat setiap minggu,” ucapnya.

Awalnya, keduanya mengira ada kesalahan dalam penelitian mereka. Namun pengujian lebih mendetail mengonfirmasikan pola pergeseran tersebut. Bukti lain terjadinya pergeseran kutub terekam oleh lava yang ada di Oregon, yang telah diteliti di tahun 1985 lalu.

Catatan geologi dari medan magnet Bumi juga umumnya mengindikasikan bahwa medan magnet utara-selatan itu bergeser satu kali setiap sekitar 200 ribu tahun. Pergeseran terjadi secara lambat dan membutuhkan 4 ribu tahun untuk selesai.

Meski para ilmuwan belum memastikan apa yang membuat bergesernya kedua kutub, besi cair panas yang mampu menghantarkan listrik yang mengalir di perut bumi diperkirakan menjadi penyebabnya. Apalagi zat ini jugalah yang menimbulkan medan magnet yang ada di kutub Bumi.

Temuan ini diperkirakan akan memicu gelombang perdebatan baru. Sejumlah geolog berpendapat bahwa saat ini medan magnet juga sedang menjalani pergeseran.

Seperti dilaporkan Science News, medan magnet planet Bumi semakin melemah selama abad terakhir. Meski demikian, pergeseran medan magnet tersebut tidak akan terlalu banyak mempengaruhi kehidupan manusia.

Sumber:http://teknologi.vivanews.com/news/read/195491-kutub-utara-dan-selatan-bumi-bergeser

Tuesday, November 16, 2010

Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi

 Para astronom baru-baru ini menemukan fenomena di luar angkasa, yang mereka yakini sebagai lahirnya suatu "Lubang Hitam" hasil dari ledakan suatu bintang (supernova) lebih dari 30 tahun lalu. Lubang itu sangat rakus dan menelan apa yang ditemui, termasuk benda luar angkasa sebesar Bumi.

Demikian ungkap Avi Loeb, seorang astrofisikawan dari Universitas Harvard yang bekerjasama dengan Badan Antariksa AS (NASA), Senin 15 November 2010. Loeb mengungkapkan bahwa kemunculan Lubang Hitam itu hasil dari ledakan suatu bintang yang pertama kali ditemukan pada 1979.

Ledakan itu cukup besar untuk menimbulkan suatu lubang hitam. Tim astronom meyakini itu sebagai Lubang Hitam karena konstan melumat sisa-sisa bintang yang meledak. Itulah ciri-ciri Lubang Hitam, menghisap apa saja yang ada di depannya.

Menurut Loeb, dalam 30 tahun terakhir sejak supernova, bayi Lubang Hitam ini telah menelan benda yang massanya setara dengan Bumi. Menurut kantor berita Associated Press (AP), temuan Loeb dan rekan-rekannya ini dipublikasikan dalam suatu makalah yang dimuat di jurnal "New Astronomy."

"Dia [lubang hitam itu] ibarat pemakan planet dalam film 'Star Trek,'" kata ahli astrofisika dari NASA yang juga rekan Loeb, Kimberly Weaver, seperti dikutip AP. Lubang hitam itu begitu padat sehingga tidak ada unsur apapun - termasuk cahaya sekalipun - yang bisa lolos.

Dengan menggunakan pantuan teleskop milik NASA, Chandra X-Ray, dan teleskop-teleskop lain, Lubang Hitam itu diperkirakan berjarak sekitar 50 juta tahun cahaya dari Bumi dan terletak di salah satu galaksi Virgo, demikian menurut laman harian The Los Angeles Times.

"Lubang Hitam ini berukuran sekitar lima kali lebih besar dari matahari kita dan bintang yang meledak yang memunculkan benda itu kemungkinan 20 kali lebih besar dari matahari kita," kata Dan Patnaude, peneliti dari Harvard.

Dengan situasi saat ini, Lubang Hitam yang bernama ilmiah SN 1979C itu bisa membesar dua kali lipat dalam 40 juta tahun mendatang. "Benda ini memakan sebanyak yang dia bisa...mirip dengan remaja atau anak kecil," kata Patnaude. Tim peneliti yakin bahwa benda yang mereka temukan itu kemungkinan besar adalah Lubang Hitam.

Dalam ilmu astronomi, benda kosmik ini bukanlah sebuah lubang dalam arti harafiah, tetapi merupakan sebuah wilayah di mana hampir semua unsur tidak dapat lolos karena memiliki gaya gravitasi yang sangat besar.

Sumber:http://teknologi.vivanews.com/news/read/189073-bayi-lubang-hitam-ini-bisa-melahap-bumi

Puncak Hujan Meteor Leonid


Puncak hujan meteor Leonids diperkirakan akan terjadi antara 17-18 November 2010. Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat momen berharga yang bahkan selalu ditunggu para astronom ini. Jumlah meteor Leonids selalu bervariasi setiap tahunnya. Namun para ahli meteor memprediksi bahwa tahun ini orang-orang bisa melihat kurang lebih 15-20 meteor setiap jamnya.

Peristiwa ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia asal cuaca cerah. Dari Indonesia, peristiwa tahunan ini dapat disaksikan Kamis dini hari hingga subuh. Meteor-meteor akan bergerak radial dari pusatnya sekitar Rasi Leo yang terbit sekitar pukul 01.00 dinihari di arah timur. Rasi Leo yang mengilustrasikan gambar singa khas dengan dua bintang besarnya yakni Regulus di atas dan Denebola di bawah.

Bagaimana harus melihatnya? Pertama, siapkan sebuah kursi yang memungkinkan anda untuk berbaring. Ini penting sebab bisa mencegah leher belakang terasa pegal karena terlalu banyak mendongak ke atas. Ketika malam, mungkin rasa dingin menghampiri. Jangan lupa untuk menyiapkan selimut tetap hangat dan pastinya takkan masuk angin. Segelas kopi atau teh mungkin akan menjadi teman yang baik.

Ajaklah teman untuk menikmati momen berharga ini. Selain itu, rileks saja mata Anda. Mata yang rileks akan membantu melihat meteor dengan jeli dan Anda tidak membutuhkan binokuler.

Cobalah lebih jeli dalam melihat. Beberapa meteor menghasilkan cahaya terang yang luar biasa, menyerupai bola api. Meteor itu akan tampak menyala dan meledak dalam sekejap. Anda bisa mengamati jejak ledakannya yang kadang bisa bertahan hingga beberapa detik, bahkan menit.

Kemudian, cobalah mencari waktu dan tempat yang tepat. Waktu yang tepat adalah waktu antara tenggelamnya bulan dan terbitnya matahari atau waktu dimana langit benar-benar gelap. Sementara, tempat yang tepat adalah tempat di mana Anda bisa melihat langit luas dengan lapang dan tidak terlalu banyak cahaya di sekitarnya.

Terakhir, agar nyaman dalam melihat dan Anda pun bisa merindukan kehadirannya tahun depan, tak perlu mengabadikannya dalam foto atau video. Percayalah, video atau foto hanya akan mengurangi nilai keajaiban alam anugerah Yang Maha Kuasa ini.

Rasi Leo

Meteor Leonid adalah meteor-meteor yang berada di arah rasi bintang Leo. Meteor ini merupakan serpihan-serpihan dari komet Temple Tuttle. Revolusi bumi akan membawa bumi berdekatan dengan lokasi serpihan-serpihan itu, memungkinkan beberapa serpihan memasuki atmosfer bumi dan terbakar serta tampak sebagai bola-bola cahaya.

Seorang astronom bernama Jeremie Vaubaillon dari Institut de Mecanique Celeste et de Calcul des Ephemerides di Perancis telah membuat peta terkini (tahun 2010) lintasan bumi yang "bersentuhan" dengan lintasan meteor-meteor ini. Menurut peta tersebut, meteor akan bisa terlihat dari tanggal 8-24 November 2010, dengan puncaknya tanggal 17-18 November 2010.

Meteor itu bergerak berlawanan dengan arah gerakan bumi. Kecepatan gerak meteor ini bisa mencapai 72 kilometer per detik. Pada tahun 1999-2002, pernah terjadi fenomena badai meteor ini karena ribuan meteor Leonid bisa disaksikan setiap jamnya.

Sumber:http://sains.kompas.com/read/2010/11/16/18291325/Kamis.Subuh.Puncak.Hujan.Meteor.Leonid-8

Monday, November 15, 2010

Ukuran Bulan Menyusut

 Jakarta - Sebuah studi yang telah dipublikasikan baru-baru ini menyebutkan bahwa ukuran bulan terus menyusut secara signifikan dalam 800 juta tahun terakhir, sebuah waktu yang dianggap singkat dalam hitungan astronomi.

Penemuan ini langsung mendapat tanggapan luas dari ilmuwan dalam bidang sains, khususnya ilmu astronomi. Beberapa ilmuwan bahkan percaya bahwa proses penyusutan itu masih berlangsung.

Menggunakan ribuan foto bulan yang diambil secara berkala, para ilmuwan di Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, menemukan adanya tumbukan antarlereng di permukaan bulan yang mereka sebuat sebagai “lobate scarp”.

Lobate scarp dapat ditemukan hampir di seluruh permukaan bulan. “Lobate scarp membuat permukaan bulan saling bertemu sehingga salah satu bagiannya masuk ke bawah lereng. Itu yang membuat ukuran bulan menyusut,” kata Tom Watters, ilmuwan NASA.

Lobate scarp “baru” yang bermuculan dapat terlihat di permukaan bulan. Para ilmuwan menggunakan fenomena ini untuk melihat sejarah geologi bulan. Diperkirakan peristiwa ini terjadi akibat suhu udara di bulan yang terus menurun.

Para ilmuwan kini tengah meneliti di mana ujung dari lobate scarp itu untuk mengetahui seberapa aktif penyusutan bulan. “Bulan bukan benda mati. Prosesnya berlangsung jutaan tahun, bahkan ada yang hanya ribuan tahun. Tapi dalam astronomi itu adalah waktu yang singkat dan kami menganggap penyustan masih berlangsung,” ucap Tom.

Meski begitu para ilmuwan menyatakan kita tak perlu terlalu khawatir dengan fenomena penyusutan ukuran bulan ini. Sebab, dampaknya belum terlalu terasa bagi kehidupan di dunia dan bulan masih akan mengitari bumi di orbitnya.

Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/sains/2010/11/15/brk,20101115-291892,id.html

Thursday, November 11, 2010

10 Tempat yang serasa di planet lain

Berikut adalah tempat- tempat yang membuat Anda serasa di Planet Lain
Check this out

1. Dry Valleys - Antartika

Lembah Kering di Antartika ini memiliki lantai berupa kerikil, dan dikatakan bahwa pemandangan yang anda dapat saksikan di tempat ini tidak jauh jadi pemandangan di Mars. Pemandangan yang luar biasa ini akana anda temukan di Antartika, dan sama sekali tidak mendapat salju, sekaligus merupakan satu-satunya tempat tanpa es di Antartika. Terkadang di dasar lembah ini terdapat danau es yang tebalnya mencapai beberapa meter. Dan dibawah danau ini, terdapat air yang sangat asin, dan yang lebih seru lagi, ternyata di dalam air tersebut ada mahluk hidup yang bisa hidup!

2. Socotra Island - Lautan Hindia

Jika Anda berkesempatan mengunjungi pulau ini, Anda bisa dengan mudah berbohong bahwa Anda baru saja diculik Alien, pemandangan Pulau Socotra yang sudah terisolasi dari benua terdekat, benua Afrika selama 6 atau 7 Juta tahun ini, sangat unik. Apalagi di pulau ini terdapat 700 flora spesies flora dan fauna paling langka di dunia.

Tapi jangan berharap bisa tinggal, iklim dipulau ini sangat keras, panas, dan kering banget. Pantai di pulau ini banyak sekali terdapat gua, bahkan salah satu gua mencapai panjang 7 km, dan gunung di pulau ini mencapai tinggi 1525 meter, dan bahkan beberapa tanaman usianya mencapai 20 juta tahun.

3.Rio Tinto - Spanyol

Tambang terbuka Rio Tinto ini menampilkan pemandangan yang luar biasa indah plus aneh, sehingga pemandangan yang ada semakin mirip dengan bulan. Pertumbuhan dari tambang ini tidak hanya memakan gunung dan lembah yang ada, bahkan sampai semua penduduk desa di dekat tambang tersebut harus dipindahkan ke kota terdekat. Air merah di sungai Rio Tinto ini sangat asam dan tinggi kandungan logam beratnya.

4. Klikuk, the Spotted Lake - Kanada

Pada saat musim panas, air di danau ini, menguap dan meninggalkan mineral yang ada mengkristal, dan membentuk berbagai kolam kecil dengan berbagai warna, yang pada umumnya adalah biru dan hijau. Kandungan mineral yang ada dalam air dan lumpur sangat membantu mengurangi rasa sakit, sehingga suku Indian setempat sering menggunakan tempat ini sebagai tempat untuk merawat anggota mereka yang terluka.

5. Salar de Uyuni - Bolivia

Adalah tempat yang mungkin paling indah (sekaligus aneh) di dunia. Daerah dengan padang garam terbesar di dunia, termasuk juga gunung berapi yang aktif, dan dataran geyser, dengan berbagai fatamorgana unik yang membuat anda merasa tinggal di planet lain.

6. Vale da Lua - Brazil

Terjemahan dari nama tempat ini adalah Lembah Bulan, yang merupakan lembah batu yang terkikis air, dan meninggalkan banyak 'kolam renang alami'. Batuan yang ada di lembah ini adalah batuan tertua di dunia, yang dibentuk dari quartz dengan pinggiran berupa kristal.

7. Blood Pond Hot Spring - Jepang

Mata Air Panasa Kolam Darah, adalah salah satu 'neraka' di Beppu, Jepang. Sembilan mata air panas alami yang muncul ditempat ini sangat indah, tapi mungkin tidak untuk mandi. 'Neraka kolam darah' ini memiliki air dengan warna merah akibat kandungan besi di dalamnya. Serasa di Mars ya?

8. The Stone Forest - China

Hutan Batu yang dalam bahasa aslinya dibaca Shilin, adalah batuan alami yang dibentuk dari air yang terus menerus menggelegak menerpa permukaan dan mengikis bebatuan yang ada dan meninggalkan bentuk berupa tiang-tiang alami. Daerah ini ternyata dikenal semenjak dinasi Ming dan dianggap sebagai 'Keajaiban Dunia Pertama'

9. The Richat Structure - Mauritania

Permukaan tanah yang luar biasa ini berada di bagian Barat Daya gurun Sahara, dan disebut sebagai Richat Structure, dan begitu besar (diameternya mencapai 50km) sampai dapat dilihat dari luar angkasa. Bentuk lingkaran yang ada juga masih belum dapat dijelaskan oleh para ilmuwan

10. Eisriesenwelt Ice Caves - Austria

Gua Es ini berbeda sekali dengan gua biasa. Begitu anda masuk, pendaran cahaya yang ada akan membuat anda merasa tidak sedang berada dalam planet ini, tapi sedang menjelajah ke planet lain. Gua Eisriesenwelt ini adalah gua terbesar yang ada dan dapat mencapai panjang 40km.

sumber: http://www.dalimunthe.com/2010/02/10-tempat-yang-serasa-di-planet-lain.html

Thursday, November 4, 2010

Bumi Berutang Kehidupan pada Komet?


Jakarta - Ilmuwan menemukan bukti bahwa komet tak hanya dapat memusnahkan kehidupan melalui tabrakannya, namun komet juga bisa menyediakan kehidupan.

Komet menyediakan kehidupan dengan menyuplai molekul vital pada bumi seperti air. Untuk itu, ilmuwan akan meneliti lebih lanjut Komet Hartley 2 esok.

"Orang mengira air ada di Bumi mengikuti pembentukannya dan menyebabkan Bumi menjadi dingin," kata astronom University of California LA, David Jewitt.

"Orang mulai mencari tahu apa yang mengisi Bumi dengan air, jelas jawabannya adalah komet. Ilmuwan menemukan permukaan komet tampak terselimuti zat kimia organik (standar hidrogen atom dan atom deuterium) di mana dapat menjadi kunci suplai kehidupan. Namun, pandangan ini berubah 15 tahun lalu," jelas Jewitt.

"Banyak orang sulit mempercayai batu panas (komet) menyimpan banyak air, namun memang begitulah adanya, sejak awal Bumi bukanlah tempat yang basah," kata Jewitt. "Tebakan saya, laut di Bumi terbentuk dari konstribusi komet, sabuk asteroid dan materi primordial bumi itu sendiri."

"Permasalahannya terletak pada konstribusi mana yang menjadi sumber terbesar," ujarnya. Penelitian pada komet bersianida mungkin membantu menentukan apakah komet kuno menghantarkan air dan bahan kehidupan ke bumi.

Untuk itu, Deep Impact NASA memburu Komet Hartley 2, dalam 434 mil (698 km) pesawat ini akan mendekatinya. Misi ini diharapkan dapat membantu memecahkan banyak misteri.(Inilah.com)

Tuesday, November 2, 2010

Asteroid Jatuh ke Laut, Manusia seperti Vampire


Jakarta - Asteroid yang tercebur ke lautan dapat memicu siklus kimia yang merusak setengah lapisan ozon. Hilangnya pelindung ultraviolet matahari (UV) akan memaksa manusia seperti vampir tinggal di rumah di siang hari.

Skenario terburuk asteroid dengan lebar 1 kilometer dapat membuat lubang di lapisan ozon seperti yang muncul di atas Antartika pada 1990-an.

Tapi lubang ini bisa terjadi di seluruh dunia.

Tingkat UV dalam studi simulasi diketahui melebihi yang telah diukur dalam prakiraan harian Indeks UV tentang radiasi UV dan akan tetap seperti itu dalam dua tahun.

"Dampak asteroid di laut selalu disebut lebih berbahaya dibandingkan di daratan, tapi tidak banyak yang membahas tentang itu," kata Elisabetta Pierazzo, seorang ilmuwan senior di Planetary Science Institute di Tucson, Arizona.

Pierazzo menggabungan keahlian di bidang pemodelan yang dikembangkan oleh AS dan ilmuwan atmosfer Jerman yang menunjukkan interaksi kimia atmosfer.

Mereka menguji skenario asteroid 1 km dan sebuah asteroid 500 meter di lokasi tertentu dan waktu tertentu.

Model menunjukkan bagaimana kerusakan ozon akan dihasilkan. Serangan asteroid akan meluncurkan ratusan mil uap air laut naik ke bagian tertinggi atmosfer.

Unsur kimia seperti klorida dan bromida yang dipisahkan dari uap air kemudian dapat mendatangkan malapetaka dengan merusak lapisan ozon yang melindungi kehidupan di bumi(Inilah.com)

Monday, October 18, 2010

Mungkinkah Manusia Mengebor Bumi Sampai Tembus?

Tentu saja tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Sekarang, tampaknya mustahil manusia bisa mengebor bumi sampai tembus. Entah di masa-masa mendatang, barangkali manusia menemukan teknologi yang lebih maju di bidang pengeboran.

Yang jelas, bola bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer atau lebih dari 12 juta meter. Jadi, kalau manusia ingin mengebor bumi sampai tembus, diperlukan alat bor yang panjangnya lebih dari 12 juta meter. Wow…, panjang sekali.



Selain itu, suhu di inti bumi sangat panas. Inti bumi terdiri dari nikel beku setebal 1.370 km dan suhu mencapai 4.000 0C. Wow, panas sekali, ya? Apa alat bornya tidak meleleh pada suhu setinggi itu?

Pengeboran Terdalam

Bumi terdiri atas empat lapisan yang berbeda. Para ahli geologi menyatakan, sejak bumi mendingin 4,6 milyar tahun lalu, material yang berat “tenggelam”, sedangkan materi yang ringan muncul ke permukaan. Karenanya, lapisan kulit bumi terbuat terbuat dari materi yang ringan seperti batu granit. Sedangkan bagian dalam bumi berisi logam berat seperti nikel dan besi.



Kulit bumi adalah tempat yang kita tinggali ini. Di bawahnya adalah mantle (mantel), berupa materi berbentuk pasta seperti bubur. Inti bumi sangat panas dan memiliki tekanan yang sangat tinggi. Tubuh manusia akan hancur seperti perkedel jika datang ke pusat inti bumi karena tekanan yang sangat tinggi.

Manusia melakukan pengeboran bumi untuk beragam alasan. Untuk penelitian, mencari minyak, air, atau tujuan lain. Manusia sudah berhasil meneliti lapisan kulit bumi, tetapi inti bumi masih menjadi misteri.

Pengeboran minyak bumi biasanya ”tidak dalam”. Pada kedalaman 6.000 meter, minyak sudah ditemukan. Pengeboran terdalam yang pernah dilakukan manusia adalah yang dilakukan di Kola Peninsula, Rusia.







Pengeboran itu dimulai pada 1970 dan mencapai kedalaman 12.262 meter pada tahun 1994. Teknik pengeboran tidak dengan memutar alat bor, tetapi ditekan sedikit demi sedikit sambil mengeluarkan lumpur.









Tujuan pengeboran Kola Peninsula adalah 15 ribu meter. Tetapi tidak berhasil. Pada kedalaman itu, suhu mencapai bisa mencapai 300 derajat celcius atau bahkan lebih tinggi lagi. Terlalu panas untuk mengoperasikan alat bor di sana.

Pengeboran lain yang cukup dalam dilakukan di laut Kaspia. Mencapai kedalaman hampir sedalam di Kola Peninsula. Selain itu, ada pengeboran untuk riset di Bertha Rogers, Oklahoma, Texas dengan kedalaman 9.583 meter.

Pada pengeboran di Peninsula, tidak ditemukan minyak atau sumber alam. Tetapi ilmuwan berhasil mempelajari susunan lapisan bumi, termasuk lempeng yang berkaitan dengan gempa bumi serta komposisi fisik dan kimia dari inti bumi.



Tidak selamanya manusia melakukan pengeboran dari darat. Manusia juga melakukan pengeboran di laut. Bisa dengan menririkan pangkalan bor di laut, biasa disebut rig. Bisa juga mengebor melalui kapal, seperti kapal “Joides Resolution”. Kapal Joides Resolution memiliki tujuh lantai, milik Joint Oceanographic Institute yang bergerak di bidang penelitian ilmiah.

Nah, manusia telah mampu mengebor ke bumi sedalam lebih dari 12 ribu meter. Padahal diameter bumi mencapai 12 juta meter. Jadi, baru satu dibanding seribu. Mungkinkah suatu saat manusia bisa mengebor bumi sampai tembus?
                                   Source:http://rikyrizkiyana.blogspot.com/20...mi-sampai.html

Thursday, October 14, 2010

Benda Asing Hebohkan Warga New York

 Sebuah benda asing misterius bercahaya mengkilap terlihat mengambang tinggi di atas sisi barat Manhattan, New York, Amerika Serikat. Benda ini memicu spekulasi bahwa UFO sedang melintas di atas kota tersebut.

Sejumlah media sejak edisi dua hari terakhir ini menulis tentang penampakan benda asing di atas langit Manhattan pada Rabu 13 Oktober malam 2010.

Laporan adanya benda asing itu cukup membuat kerepotan polisi dan FAA (Federasi Penerbangan Amerika). Dua institusi ini dibanjiri laporan pengaduan sejak pukul 01.30 siang waktu setempat. Laporan yang masuk hampir menyebut seragam, ada benda berkilau yang juga terlihat di atas langit Chelsea, tetangga kota Manhattan.

Penegak hukum setempat meyakini bahwa benda itu kemungkinan semacam balon. Namun sampai Rabu malam belum dapat dikonfirmasi persis apa sebenarnya benda itu.

Menurut seorang wartawan Daily News, benda yang terlihat sangat kecil dan berwarna perak itu melayang sekitar 5.000 meter di atas 23 St dan Eigth Avenue. Di lokasi tersebut, puluhan orang berkumpul untuk melihat benda itu secara sekilas.

"Benda ini melayang sejenak. Itu membuat bingung," kata Joseph Torres, 49, dari Dyker Heights, Brooklyn, yang melihat objek itu. "Apakah itu hal yang biasa? Bagaimana mungkin? Pasti sesuatu telah terjadi."

Meskipun langit cerah, tidak mudah untuk melihat benda kecil berkilau itu. "Anda benar-benar harus melihat ke atas untuk melihat itu," kata seorang saksi, yang hanya memberikan nama depannya, Rico.

"Ini sedikit gila. Karena itu sebabnya mereka menyebutnya benda terbang aneh karena mereka tidak tahu apa itu."

Tidak lama setelah penampakan pertama, berbagai pesan mulai muncul di Twitter. Pesan itu menghubungkan dalam rilis bulan lalu yang mengumumkan penerbitan buku seorang perwira pensiunan NORAD. Buku itu memprediksi bahwa UFO akan mendatangi kota-kota besar bumi pada 13 Oktober.

FAA mengatakan mereka menerima panggilan beberapa pusat operasi, namun setelah mengkaji data radar, agen tidak bisa menemukan sesuatu yang luar biasa.

"Kami kembali melihat radar untuk melihat apakah ada sesuatu di sana. Kami tidak dapat menjelaskan tetapi itu tidak ada," kata juru bicara FAA Jim Peters.

Memang, saat itu ada laporan helikopter sedang terbang di atas sungai. "Kami periksa ke Menara LaGuardia, dan mereka mengatakan helikopter tidak terbang rendah pada waktu itu."

Peters mengatakan jika itu adalah balon cuaca atau jenis pelepasan balon terorganisir, pihak berwenang harus diberitahukan sebelumnya.(vivanews.com)

Saturday, October 9, 2010

Pengertian Big Bang

Big Bang (atau dalam tejemahan bebas: Ledakan Dahsyat atau Dentuman Besar) dalam kosmologi adalah salah satu teori ilmu pengetahuan yang menjelaskan perkembangan dan bentuk awal dari alam semesta. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta ini berasal dari kondisi super padat dan panas, yang kemudian mengembang sekitar 13.700 juta tahun lalu. Para ilmuwan juga percaya bawa Big Bang membentuk sistem tata surya. Ide sentral dari teori ini adalah bahwa teori relativitas umum dapat dikombinasikan dengan hasil pemantauan dalam skala besar pada pergerakan galaksi terhadap satu sama lain, dan meramalkan bahwa suatu saat alam semesta akan kembali atau terus. Konsekuensi alami dari Teori Big Bang yaitu pada masa lampau alam semesta punya suhu yang jauh lebih tinggi dan kerapatan yang jauh lebih tinggi.



Big-Bang dan Alam Semesta yang Mengembang

Pada tahun 1929 Astronom Amerika Serikat, Edwin Hubble melakukan observasi dan melihat Galaksi yang jauh dan bergerak selalu menjauhi kita dengan kecepatan yang tinggi. Ia juga melihat jarak antara Galaksi-galaksi bertambah setiap saat. Penemuan Hubble ini menunjukkan bahwa Alam Semesta kita tidaklah statis seperti yang dipercaya sejak lama, namun bergerak mengembang. Kemudian ini menimbulkan suatu perkiraan bahwa Alam Semesta bermula dari pengembangan di masa lampau yang dinamakan Dentuman Besar.

Pada saat itu dimana Alam Semesta memiliki ukuran nyaris nol, dan berada pada kerapatan dan panas tak terhingga; kemudian meledak dan mengembang dengan laju pengembangan yang kritis, yang tidak terlalu lambat untuk membuatnya segera mengerut, atau terlalu cepat sehingga membuatnya menjadi kurang lebih kosong. Dan sesudah itu, kurang lebih jutaan tahun berikutnya, Alam Semesta akan terus mengembang tanpa kejadian-kejadian lain apapun. Alam Semesta secara keseluruhan akan terus mengembang dan mendingin.

Alam Semesta berkembang, dengan laju 5%-10% per seribu juta tahun. Alam Semesta akan mengembang terus,namun dengan kelajuan yang semakin kecil,dan semakin kecil, meskipun tidak benar-benar mencapai nol. Walaupun andaikata Alam Semesta berkontraksi, ini tidak akan terjadi setidaknya untuk beberapa milyar tahun lagi.

Kesalahan UmumTentang Teori Big Bang

Orang sering kali salah mengartikan Big Bang sebagai suatu ledakan yang menghamburkan materi ke ruang hampa. Padahal Big Bang bukanlah suatu ledakan, bukan penghamburan materi ke ruang kosong, melainkan suatu proses pengembangan alam semesta itu sendiri. Big Bang adalah proses pengembangan ruang-waktu.(ngobrolaja.com)

Tuesday, September 28, 2010

Permukaan Bumi Semakin Bergerak ke Utara

 Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, pergeseran ini lebih besar dibandingkan dengan yang mereka perkirakan. Akan tetapi, di luar efek minor pada satelit, tidak ada efek signifikan yang akan terasa.

Peneliti menemukan, pergeseran massa air di seluruh dunia, dikombinasikan dengan apa yang disebut dengan post-glacial rebound, telah menggeser permukaan bumi dari pusatnya sebanyak 0,035 inci atau 0,88 milimeter per tahun ke arah kutub utara.

Post-glacial rebound merupakan efek balik dari permukaan padat bumi terhadap berkurangnya gletser dan hilangnya beban berat. Dengan berkurangnya gletser pada akhir jaman es, tanah di bawah es mulai naik dan terus naik. Untuk itu, seperti sudah diperkirakan, lapisan padat di permukaan akan bergerak ke utara sebagai efek dari pusat massa planet.

Saat menghitung perubahan ini, para ilmuwan mengombinasikan data gravitasi dari NASA dan satelit German Aerospace Center Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang mengukur pergerakan permukaan bumi lewat GPS dan model yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA yang memperkirakan massa samudra di atas setiap titik di dasar samudera.

Xiaoping Wu, peneliti JPL di Pasadena, California memperkirakan, penyebab utama pergeseran permukaan bumi adalah karena melelehnya lapisan es Laurentide, yang menyelimuti sebagian besar Kanada dan bagian utara Amerika Serikat di jaman es lalu.

“Temuan baru ini ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan terdahulu yang hanya 0,019 inci atau 0,48 milimeter per tahun,” kata Wu, seperti dikutip dari Livescience, 28 September 2010.

Meski demikian, Wu menyebutkan, pergerakan permukaan ke arah atas tidak akan mempengaruhi kehidupan di bumi. “Pergeseran itu kurang dari satu milimeter per tahun, jadi tidak berpengaruh,” kata Wu. “Beda halnya jika pergeseran mencapai 1 sentimeter. Itu akan menghadirkan perubahan yang signifikan,” ucapnya.

Walaupun pergerakan lempeng tidak mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, pergeseran ini akan berpengaruh pada pelacakan satelit dan pesawat luar angkasa. “Seatelit di orbit di mencatat informasi dari luar angkasa dan berkorespondensi dengan instrumen yang ada di permukaan bumi,” kata Wu. “Pergerakan ini akan berpengaruh pada bagaimana kita melacak pesawat atau satelit tersebut,” ucapnya.

Laporan terbaru seputar pergeseran permukaan bumi tersebut dibuat oleh para peneliti dari JPL, Delft University of Technology di Belanda, serta Netherlands Institute for Space Research. Hasilnya dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi bulan ini.(vivanews.com)

Saturday, September 18, 2010

Jupiter di Posisi Terdekat Bumi Selama Hampir 50 tahun


Cape Canaveral - Akan menjadi hari-hari terbaik untuk melihat Jupiter minggu depan di langit malam. Planet itu tidak akan tampak lebih besar atau lebih terang lagi sampai 2022.

Jupiter akan melewati jarak 368.000.000 mil dari Bumi Senin malam, jarak terdekat sejak 1963. Anda dapat melihatnya di timur sekitar senja. Sekitar tengah malam, dia akan langsung di atas kepala. Itu karena Bumi akan melewati antara Jupiter dan matahari.

Planet terbesar di tata surya itu sudah muncul sebagai bintang yang sangat terang - tiga kali lebih terang dari bintang paling terang di langit, Sirius. Satu-satunya benda yang lebih terang di langit malam saat ini adalah bulan kita.

Teropong dan teleskop secara dramatis akan meningkatkan tampilannya saat Jupiter, bersama dengan bulan-bulannya, terbit di timur saat matahari terbenam.

"Jupiter begitu cerah saat ini, Anda tidak perlu peta langit untuk menemukannya," kata Tony Phillips, seorang astronom California yang dikontrak NASA. "Anda hanya perlu berjalan ke luar dan melihatnya. Itu sangat menarik."

Phillips tidak pernah melihat Jupiter begitu cerah. "Untuk seorang pengamat berpengalaman, perbedaannya adalah penting," katanya Jumat.

Kebetulan, Uranus juga akan mendekati bumi di malam yang sama. Dia akan muncul dekat dengan Jupiter namun sulit untuk melihat dengan mata telanjang. Melalui teleskop, ia akan bersinar seperti disk berwarna zamrud kurang dari satu derajat dari Jupiter.

Jupiter relatif dekat ke bumi sekitar setiap 12 tahun. Pada tahun 1999, dia sedikit lebih jauh. Hal yang langka saat ini adalah Uranus membuat penampilan terdekat pada saat yang sama, kata Phillips. Dia menyebutnya "peristiwa sekali dalam seumur hidup." Saat dilihat tepat di samping Jupiter melalui teleskop, Uranus akan berada 1,7 miliar kilometer dari Bumi pada Senin malam.

Phillips mendorong penikmat untuk tidak menyerah jika mendung Senin malam. Jupiter akan tetap relatif dekat selama berminggu-minggu, katanya, yang memberi kesempatan untuk melihat dengan baik untuk beberapa waktu. Dan bagi mereka yang bangun pagi, Jupiter akan terlihat di barat sebelum matahari terbit.(tempointeraktif.com)
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings