Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Thursday, December 16, 2010

Berapa Gaji Pokok Kapolri?

Pemerintah mengajukan tambahan alokasi anggaran untuk renemurasi reformasi bagi TNI dan Polri sebesar Rp5,3 triliun. Angka itu terdiri dari anggaran TNI Rp3,3 triliun dan Polri Rp1,9 triliun.

Namun tambahan renemurasi bagi TNI dan Polri dirasa belum ada peningkatan yang besar mereka. Bahkan Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Aziz mengibaratkan, jika orang berenang, biasanya airnya di atas hidung, sekarang turun di atas mulut.

"Bisa bernafas, tidak bisa makan. Kita berharap airnya di bawah lutut," ujarnya kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 16 Desember 2010.

Lantas berapakah gaji pokok bagi Polri sebelum renemurasi?

Berdasarkan Peraturan Nomor 27 tahun 2010 tanggap 5 Februari 2010 tentang gaji pokok Anggota Kepolisian Negara RI, tertulis Gaji Pokok anggota Polri Golongan I (Tamtama) untuk Bhayangkara Dua dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp1,14 juta. Sementara untuk Golongan II (Bintara) dengan masa kerja 0 tahun pangkat terendah atau Brigadir Polisi Dua sebesar Rp1,45 juta. Golongan III (Perwira Pertama) pangkat Inspektur Polisi Dua dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp1,86 juta.

Untuk Perwira Menengah, pangkat terendah Komisaris Polisi gaji pokok terendah Rp2,04 juta dengan masa kerja 0 tahun. Perwira Tinggi dengan pangkat Brigadir Jendral Polisi mendapatkan gaji pokok terendah Rp2,23 juta dengan masa kerja 0 tahun.

Untuk Perwira Tinggi Polisi, pangkat terendah yaitu Brigadir Jenderal Polisi gaji pokok terendahnya Rp2,23 juta. Untuk Inspektur Jenderal Polisi gaji pokok sebesar Rp2,23 juta, Komisaris Jenderal Polisi Rp3,24 juta dengan masa kerja terendah 24 tahun dan tertinggi Rp3,59 juta dengan masa jabatan 32 tahun.

Sementara untuk Jenderal Polisi atau jabatan bagi Kapolri, gaji pokok terendahnya Rp3,34 juta dengan masa jabatan 24 tahun dan tertinggi Rp3,7 juta dengan masa jabatan 32 tahun.

Menurut Harry, renemurasi itu belum membahas secara detail kebutuhan prajurit dan polisi. Ia mencontohkan untuk petugas polisi yang bertugas di jalan raya, apakah hanya cukup diberi masker saja atau hingga perlindungan asuransi kesehatan.

"Mereka yang bekerja di lapangan dan yang tidak di lapangan mendapatkan tambahan berbeda" ujarnya. 

Sumber:http://bisnis.vivanews.com/news/read/194100--bisa-bernafas--tidak-bisa-makan-

Monday, December 13, 2010

Gagal Sogok Polantas, Pemotor Masuk Penjara

 Berawal dari tidak pakai helm secara benar, seorang pengendara sepeda motor di Singapura harus meringkuk di penjara. Pasalnya, dia melakukan dosa yang lebih besar, yaitu mencoba menyogok polisi yang menilang dia.

Menurut harian The Straits Times, peristiwa itu terjadi Minggu, 12 Desember 2010, di jalan tol Kranji (KJE), Singapura. Pelanggar dihentikan seorang polisi lalu lintas (Polantas), yang melihat dia bermotor dengan memakai helm, namun talinya menjulur tak terkunci.

Sersan Ang Kok Yong lalu berkata kepada pelanggar bahwa dia terpaksa memberi surat tilang dengan kesalahan tidak memakai helm secara benar. Pengemudi, yang tidak disebutkan namanya itu, mencoba "jalan pintas."

Dia mengeluarkan dua lembar uang kertas, masing-masing senilai 10 dolar Singapura, dari dompetnya. Dia mencoba berdamai dengan polantas itu agar tidak jadi ditilang.

Namun, Sersan Ang justru merasa tersinggung. Dia lalu menyeret si pelanggar ke penjara karena mencoba menyogok polisi. "Kasus itu dilimpahkan ke Biro Investigasi Tindak Korupsi [CIPB]," tulis Straits Times.

Sementara pelanggar menunggu diadili, polantas yang bersangkutan menerima pujian dari atasannya, Ajudan Komisaris Cheang Keng Keong, yang merupakan Kepala Divisi Lalu Lintas Kepolisian Singapura. "Saya bangga bahwa Sersan Ang telah menunjung tinggi prinsip kepolisian. Dia bisa jadi teladan bagi yang lain," kata Cheang.

Sumber:http://dunia.vivanews.com/news/read/193488-gagal-sogok-polantas--pemotor-masuk-penjara

Wednesday, December 8, 2010

Patung Polisi Seksi Malah Sebabkan Kecelakaan


PRAHA - Alih-alih ingin membuat para pengendara berjalan pelan-pelan, patung polisi wanita dengan rok mini malah menjadi bumerang.

Patung polisi wanita dengan rok mini tersebut menjadi pemandangan sehari-hari di Republik Ceko, malah membuat angka kecelakaan makin tinggi bagi pengendara motor pria.

Patung yang terbuat dari papan tersebut di pasang di wilayah paling sibuk di negeri tersebut untuk menghemat biaya karena pemasangan lampu lalu lintas.

Tapi polisi mengatakan semenjak patung tersebut dipasang, angka kecelakaan makin meningkat karena para pria selalu memandang patung polisi seksi tersebut.

Seorang pengemudi yang mengeluh setelah mengendarai mobilnya keluar jalur mengatakan, "Gambar tersebut sangat mengganggu. Maksud saya, rok mini? Di cuaca seperti ini?" ujar Petrl Lederer salah seorang pengemudi seperti dilansir Orange, Rabu (8/12/2010).

Tapi jurubicara polisi mengatakan bahwa patung papan tersebut dipasang karena demi menghemat biaya setelah terjadinya pemotongan anggaran.

Sumber:http://international.okezone.com/read/2010/12/08/214/401165/patung-polisi-seksi-malah-sebabkan-kecelakaan

Friday, October 22, 2010

Mahasiswi Ini Jadi Kepala Polisi Karena Takut

 Seperti apa rasanya menjadi kepala polisi saat masih berusia belia dan belum lulus kuliah di kota yang penuh dengan penjahat bersenjata? Apakah takut?

"Ya memang takut. Namanya juga manusia, pasti ada rasa takut. Tapi yang kami idam-idamkan di wilayah kami adalah kedamaian dan keamanan," begitu kata Marisol Valles Garcia, tak lama setelah dilantik menjadi kepala polisi di suatu kota kecil di negara bagian Chihuahua, Meksiko, Rabu 20 Oktober 2010.

Berusia 20 tahun, Garcia pun masih berstatus sebagai mahasiswi. Namun, Garcia mengaku memberanikan diri menjadi kepala polisi karena dia sudah lelah dirundung ketakutan dari teror para kriminal yang berkeliaran di kotanya.

Saat itu, Garcia ditanyai oleh wartawan dari stasiun televisi CNN Espanol mengenai kesannya saat diberi amanat untuk menjadi kepala polisi di kota Praxedis G. Guerrero. Meski hanya kota kecil, berpenduduk tidak sampai sembilan ribu jiwa, Praxedis termasuk salah satu wilayah yang berbahaya.

Kota ini menjadi arena pertempuran dua kartel obat bius, Juarez dan Sinaloa. Mereka telah membunuh pejabat polisi dan walikota sebelumnya. Tidak heran bila tidak ada warga yang mau menjadi pemimpin aparat keamanan di kota yang dikendalikan para gengster. Namun, Garcia memberanikan diri menduduki posisi yang berbahaya.

Garcia, yang memiliki seorang bayi, mengungkapkan situasi di kota ini memang menakutkan. "Kami semua takut di Meksiko saat ini. Namun kami tak bisa membiarkan ketakutan mengalahkan kami," kata dia setelah diambil sumpah.

Sebagai Kepala Polisi, Valles membawahi 12 personel polisi. Langkah pertama Garcia memerintahkan mereka pergi mengecek rumah-rumah dan mencari elemen kriminal yang pekan lalu membunuh delapan orang.

Selain itu, menurut Daily Mail, Garcia akan menaruh perhatian pada program-program pencegahan kriminalitas di sekolah-sekolah. Dia pun berupaya merekatkan hubungan yang kompak antara warga sehingga mereka ikut membantu mencegah kriminalitas.

"Senjata yang kami punya adalah prinsip dan norma. Itu merupakan senjata terbaik untuk mencegah kriminalitas," kata Garcia. Mahasiswi ilmu kriminalitas ini pun menggagas pembentukan satuan polisi bersepeda.

Keberanian Garcia menjadi pemimpin polisi di wilayah yang berbahaya itu mendapat perhatian besar dari kalangan media massa dan juga publik di Meksiko. "Apakah tidak ada laki-laki di Chihuahua?" tulis suatu blog di laman Periodista Digital.

Namun, Garcia meminta bahwa tugasnya harus mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Dia yakin bahwa perempuan pun pantas menjadi kepala polisi, walau dengan pendekatan berbeda.

"Kami cukup berbicara kepada masyarakat, kepada keluarga, dan memberi mereka rasa percaya sehingga mereka tidak lagi dirundung ketakutan dan berani keluar rumah," kata Garcia.(vivanews.com)

Monday, October 18, 2010

[Foto] Polisi Bule Juga Nerima Sogokan



               http://yepiye.wordpress.com/2009/11/30/foto-sssttt-polisi-bule-juga-nerima-sogokan-gan/

Monday, September 27, 2010

Berperut Buncit, 80 Polisi Dihukum


Sediktinya 80 anggota polisi di Kediri menjalani hukuman dari komandan mereka. Mereka memang tak melanggar disiplin, bukan pula melakukan kejahatan. Mereka bukan juga pemilik "rekening" gendut. Tapi, mereka terpergok memiliki perut buncit.

Karenanya, sejak pagi tadi para anggota Satuan Brigade Mobil Kompi C dan Satuan Lalu lintas Kepolisian Resor Kediri Kota diperintahkan berdiri di lapangan Brimob Jalan Veteran Kediri.

Di lapangan itu, mereka menjalani pemeriksaan fisik yang dipimpin langsung Wakil Komandan Satuan Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Polisi Waris Agono.

Hasilnya, sebanyak 80 anggota Brimob dan Polresta Kediri yang kedapatan tidak memiliki bentuk badan ideal langsung menerima sanksi. “Ini menggangu kecepatan gerak mereka,” kata Waris, Senin (27/9).

Bagi anggota polisi yang bertubuh tambun langsung menjalani rangkaian kegiatan latihan fisik di lapangan Brimob. Di bawah instruktur kebugaran kepolisian, mereka harus menjalani pengurusan badan itu hingga tanggal 7 Oktober mendatang.

Selain pembentukan badan, para personil kepolisian ini juga menjalani latihan mengendarai sepeda motor taktis dan menembak. Latihan ini sekaligus untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada aparat kepolisian dan menciptakan rasa aman.

Menurut Waris, tantangan aparat kepolisian saat ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya. Sebab, seperti diketahui para pelaku kejahatan dewasa ini sudah sangat terlatih. Selain aksi teror, pelaku perampokan pun memiliki kemampuan fisik yang tak kalah sigap dengan aparat kepolisian. “Jangan sampai polisi malah kalah dengan mereka (penjahat),” ujar Waris menjelaskan maksud hukumannya.

Kata Waris, dirinya tidak menginginkan anggotanya memiliki bentuk tubuh yang tambun dan bergerak lamban. Sebab kondisi ini akan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk meresahkan masyarakat dan menyerang aparat.

Salah satu anggota polisi yang bertubuh tambun, Brigadir Satu Amang Hendrawan, mengakui kelalaiannya dalam menjaga pola hidup. Akibat tak pernah berolah raga, dia mengaku tak bisa bergerak leluasa seperti layaknya anggota polisi. “Saya memang kurang olah raga,” katanya tersipu(tempointeraktif.com)

Monday, August 30, 2010

Motor Patroli Polisi China







Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings