Showing posts with label Narkoba. Show all posts
Showing posts with label Narkoba. Show all posts

Saturday, December 11, 2010

Miley Cyrus Pesta Ganja, Sang Ayah Kecewa


Jakarta - Billy Ray Cyrus mengaku kecewa atas video yang menunjukkan putrinya Miley merokok ganja.

Penyanyi country, yang dalam proses perceraian dengan istrinya Tish, itu menulis di Twitter menanggapi rekaman yang menangkap cekikikan tak terkendali gadis 18 tahun itu setelah mengisap ganja dengan teman-temannya.

"Maaf teman-teman," tulisnya kepada para penggemarnya, saat memberikan komentar resmi pertama mengenai insiden tersebut. "Saya tidak mengerti."

"Saya sangat sedih," lanjutnya. "Ada banyak di luar kendali saya sekarang."

Video ini direkam di rumahnya dekat Los Angeles, California, lima hari setelah Miley berusia 18 pada 23 November.

Tapi sumber bersikeras pipa itu tidak diisi dengan ganja. Sebaliknya, dia dikatakan telah merokok salvia, ramuan halusinogen kuat. Ramuan itu secara legal dijual di California - di mana video direkam - dan di negara bagian lain di Amerika.

Bintang Hannah Montana itu bulan lalu mengatakan kepada MTV News bahwa ia sedang merencanakan "pesta menyenangkan' untuk ulang tahunnya.

TMZ melaporkan bahwa klip itu direkam oleh temannya, tetapi kemudian dicuri. Sebuah sumber mengatakan: "Seseorang mencuri atau menyalin video itu dari kamera temannya."

Sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/gosip/2010/12/11/brk,20101211-298207,id.html

Monday, December 6, 2010

Ini Dia Manusia Pertama Pengguna Kokain

 Nashville, Pecandu kokain sangat sulit berhenti dari jeratan obat terlarang tersebut karena kandungannya yang begitu bikin ketagihan. Tapi tahukah Anda siapa orang pertama yang menggunakan kokain?

Bukti-bukti arkeologi menunjukkan bahwa peradaban Inca di Peru telah mengunyah daun koka yang merupakan bahan dasar kokain, sejak 8.000 tahun yang lalu. Ini bisa dikatakan orang Peru adalah pengguna kokain pertama.

Menurut ilmuwan, reruntuhan di bawah lantai rumah di barat laut Peru menunjukkan bukti bahwa koka sudah dikunyah bersama dengan batuan kaya akan kalsium sejak ribuan tahun lalu.

Batuan ini dibakar untuk membuat kapur dan dikunyah dengan koka untuk melepaskan lebih banyak bahan kimia aktif.

Daun koka mengandung berbagai senyawa kimia yang dikenal sebagai alkaloid. Di zaman modern daun koka paling dikenal sebagai kokain, yang diekstraksi dan dimurnikan dengan cara kimia yang kompleks.

Alkaloid lain dalam daun koka dapat membuat efek rangsangan, mengurangi kelaparan dan membantu pencernaan dan dapat mengurangi dampak tinggal di daerah dataran tinggi dengan lingkungan rendah oksigen.

Tetapi mengunyah daun koka untuk tujuan pengobatan telah lama dikenal sebagai hobi, setidaknya sepanjang peradaban Inca.

Sebelumnya, bukti dari mengunyah daun koka telah ditemukan dari sekitar 3.000 tahun lalu. Tapi sekarang, Tom Dillehay dan rekan-rekannya dari Vanderbilt University di Nashville, Amerika Serikat telah menemukan bukti kedua bahwa daun koka dikunyah dengan batuan kaya kalsium yang dibakar.

"Kami menemukan seolah-olah daun koka adalah sesuatu yang digunakan oleh banyak orang, diproduksi di semacam konteks publik bukan individual," jelas Tom Dillehay dari Vanderbilt University, dilansir BBC News, Senin (6/12/2010).

Menurut Dillehay, bukti ini tidak seperti pada masyarakat Barat, yang menunjukkan bahwa orang dengan tingkat ekonomi tinggi saja yang bisa memiliki akses ke tanaman obat.

Sumber:http://www.detikhealth.com/read/2010/12/06/133128/1509858/763/ini-dia-manusia-pertama-pengguna-kokain?l991101755

Friday, December 3, 2010

Gembong Narkoba Rekrut Kurir di Facebook



KUALA LUMPUR - Sindikat perdagangan obat terlarang internasional semakin gencar menggunakan Facebook untuk merekrut anggota-anggota baru yang bisa dijadikan sebagai 'kurir'.

Kementerian luar negeri Malaysia menyatakan, bahwa banyak perempuan-perempuan muda Malaysia yang ditarik ke dalam perdagangan obat terlarang tersebut.

Deputi kementerian Luar Negeri Malaysia Richard Riot mengatakan kebanyakan sindikat tersebut adalah laki-laki yang berasal dari Nigeria dan Afrika Selatan. Mereka "mengambil" calon korban melalui Facebook dan menjanjikan mereka uang untuk membawa paket narkoba ke Malaysia atau ke negara lainnya.

"Hal ini telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, para gadis tergoda oleh sindikat di Facebook, mereka melakukan chatting, dan menjadi teman, sebelum menggunakannya sebagai kurir untuk menyelundupkan narkotika," kata Riot seperti dilansir DigitalOne, Jumat (3/12/2010).

"Mereka menawarkan sejumlah hadiah sebagai bayarannya, seperti liburan ke Jepang, China dan Amerika Selatan, setelah meminta para gadis untuk membawa paket, dan tas berisi obat-obatan terlarang," tambahnya.

Riot menyarankan agar para perempuan Malaysia berhati-hati dalam berinternet. Warga Malaysia selama ini dikenal sebagai kategori orang yang paling ramah di internet dengan rata-rata 233 teman-teman di jaringan sosial mereka.

Sumber:http://techno.okezone.com/read/2010/12/03/55/399861/gembong-narkoba-rekrut-kurir-di-facebook

Friday, November 26, 2010

Foto-foto Perang Brazil vs Geng Narkoba

Sedikitnya 23 orang tewas dalam pertempuran selama lima hari antara sindikat penjual obat bius dan pasukan keamanan Brazil di daerah rawan di Kota Rio de Janeiro. Menurut kantor berita Associated Press, pertempuran dimulai sejak Minggu, 21 November 2010, saat polisi berusaha mengambil alih sebuah wilayah kumuh di Rio yang dikuasai geng bersenjata.

Sebanyak 47 orang telah ditahan dan polisi tengah menginterogasi 112 orang yang diduga turut terlibat dalam baku tembak. Polisi juga menyita senjata dan obata-obatan terlarang dari para tersangka.

Polisi menurunkan kendaraan tempur, helikopter dan ribuan tentara bersenjata lengkap di daerah kumuh yang dalam bahasa Brazil disebut sebagai favelas. Daerah utama operasi polisi adalah Vila Cruzeiro di timur Rio, bus-bus dibakar dalam peperangan antara polisi dan anggota gang.

Pembersihan gang obat-obatan dan senjata ini dilakukan oleh kepolisian Brazil menjelang negara ini menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016.







Sumber:http://dunia.vivanews.com/news/read/190801-foto-foto-perang-brazil-vs-geng-narkoba

Tuesday, October 19, 2010

Tahun 1898, Heroin Dijual Sebagai Obat Batuk

Bayer pertama kali mengembangkan Heroin pada tahun 1898 sebagai obat batuk sirup, Pengembangan dan penemuan ini tak luput dari andil dan peran besar seorang ilmuan yang bernama Heinrich Dreser (1860 - 1924) lahir di Darmstadt, Jerman, pada tahun 1860.Sepanjang kariernya di Bayer antara tahun 1897-1914 Dreser bertugas sebagai seorang peneliti dimana ia bertanggung jawab menguji keamanan dan kemanjuran produk obat baru. Pada masa tersebut Dreser memikul jabatan sebagai seorang Kepala Laboratorium. Yang mana jabatan tersebut memberikan wewenang dalam memutuskan apakah suatu obat layak dipasarkan atau tidak, bersama jabatan tersebut pulalah membawa Dreser pada penemuan Heroin yang sangat spektakuler sekaligus controversial.


Heroin adalah hasil sintesis diasetilmorfin yang merupakan derivat senyawa morfin. Senyawa diasetilmorfin berbentuk kristal berwarna putih, tak berbau, dan berasa pahit adalah senyawa yang kemudian diketahui cukup berbahaya. Para ahli sains kemudian berlomba-lomba melakukan penelitian untuk mendapatkan obat. Penemuan diasetilmofin oleh ilmuwan Inggris, C. R. Wright, tahun 1874 memberi ilham pada Dreser untuk menciptakan obat baru yang tidak menimbulkan ketagihan tetapi tetap memiliki khasiat sama, yakni sebagai obat penenang (sedatif) dan penghilang rasa sakit. Setidaknya begitulah anggapan Dreser pada saat itu. Yang pada kenyataannya pada saat ini anggapan tersebut salah.



Iklan Bayer Heroin tahun 1901
Bayer adalah perusahaan yang pertama kali mensintesis diasetilmorfin menjadi heroin. Pada awal 1898, heroin buatan Dreser itu kemudian diujicobakan pada sejumlah katak dan kelinci di laboratorium. Dreser bahkan mengujicobakannya pada sejumlah pekerja di Bayer. Anehnya, para pekerja justru tak berkeberatan dan merasa senang dengan dilakukannya percobaan itu. Mereka menganggap bahwa obat baru temuan Dreser selalu membuat mereka merasa “heroik”.

Heinrich Dreser, masih merasa belum puas dengan produk baru ciptaannya tersebut. Ia kemudian tertarik untuk mencoba pada dirinya sendiri. Sejumlah hasil mengejutkan ternyata mampu dirasakannya hingga dapat menyimpulkan bahwa produk itu sangat efektif untuk mengobati sejumlah penyakit yang berhubungan dengan pernapasan seperti bronkhitis, asma, dan tuberkulosis (TBC).

Pada November 1898, Dreser mempresentasikan obat temuannya pada Kongres Naturalis dan Dokter Jerman. Ia mengklaim bahwa heroin 10 kali lipat lebih efektif dari obat batuk biasa, namun hanya mengandung sedikit bahan toksik. Obat batuk sirup baru itu juga diklaim Dreser sebagai obat yang lebih efektif dibandingkan morfin sebagai penahan sakit. Dreser menegaskan, obat tersebut sangat aman dikonsumsi walau agak kontroversi pada masa itu.

Nama “heroin” sebagai obat batuk sirup pun kemudian diluncurkan secara resmi oleh Bayer dan mulai dipasarkan untuk khalayak ramai pada tahun 1898. Nama heroin diambil dari bahasa Jerman heroisch yang berarti heroik. Brand heroin yang didengung-dengungkan waktu itu yakni: “Heroin-sang penawar batuk”.

Saking gencarnya Bayer melakukan pemasaran heroin ini, mereka kemudian memberikan contoh produk ini kepada para dokter. Akibatnya, tak sedikit dokter yang meresepkannya untuk para pasien mereka. Heroin pun kemudian berkembang secara luas di lingkungan medis tanpa menyadari bagaimana efek ketergantungan yang dihasilkan produk ini. Melihat fenomena pemasaran yang terus meningkat, Bayer pun terus meningkatkan produksinya dan menjual ke 12 negara lainnya di luar Jerman.

Lama-kelamaan, keganjilan mulai tampak. Para dokter mulai mencatat banyak sekali permintaan pasien akan obat batuk sirup ini meskipun para pasien itu tak memiliki keluhan pada saluran pernapasannya. Sejumlah ilmuwan, dokter, dan para pakar kimia kemudian mendeteksi adanya kandungan obat keras di dalamnya. Mereka menyimpulkan bahwa diasetilmofin yang dikandung heroin mungkin tak seadiktif morfin, namun justru lebih hebat dari itu. Daya ketergantungan heroin dua hingga empat kali lebih kuat dibandingkan morfin! Saat memasuki metabolisme tubuh, zat aktif heroin langsung memasuki aliran darah dan merasuk masuk ke otak hingga menyebabkan sebuah euforia.

Berkaca dari berbagai temuan ilmuwan itu, Bayer kemudian menghentikan produksi dan pemasaran obat batuk sirup heroin pada 1913. Lebih dari itu, Bayer langsung menghapus nama heroin pada daftar obat yang berhasil mereka temukan sekaligus menjadi catatan sejarah kelam bagi perusahaan terkenal itu. Peredaran heroin pun kemudian dilarang secara luas pada tahun 1924.(kaskus.us)

Wednesday, September 8, 2010

Opium, Bunga cantik yang berbahaya





















Nama ilmiah : Papaver somniferum
Panggilan umum : Opium/ Poppy
Dalam Bahasa Indonesia : Apiun
Warna bunga : Pink, ungu, merah, putih
Jenis tanaman : Obat2an, musiman
Tinggi : Beberapa diantaranya dapat tumbuh antara 13-91 cm
Catatan : Beracun.

Papaver somniferum ( Apiun ) adalah tumbuhan liar musiman yang umumnya dikenal dengan nama 'Opium' atau 'Poppy'. Dalam produksinya dan dalam menopang perdagangan Apiun secara legal (dibawah lindungan hukum), banyak dibangun ladang Apiun (namun masih dengan lokasi yang dirahasiakan).











Saat bunga2 yg hanya berumur beberapa hari itu sudah menjadi buah yang masak, penuai akan mulai menuainya dengan cara memotong tangkai buah tersebut.
Di dalam buah yang kaya kandungan alkaloid tersebut, terdapat butiran-butiran benih kering sebesar kapsul. Benih inilah yang kemudian mulai dipasarkan di dunia kuliner.



beberapa masakan yang mempergunakan benih Opium

Huckleberry's banana poppy seed loaf



Poppy Cupcake



Fruit Salad with Poppy Seed Dressing

Benih dari buah Apiun yang masak sering dipergunakan dalam membuat 'snack bagels'. Walaupun 'bagels' tidak menimbulkan efek narkotika, namun setelah dikonsumsi tetap dapat memicu reaksi positif pada tes urine untuk narkoba.



Alat pengetes narkoba (Drug test)

APIUN DAN NARKOTIKA



Apiun untuk narkotika diperoleh dengan cara menyayat buahnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket. Setelah kering, getah tersebut akan berubah warna menjadi kecoklatan. Kandungan getah tersebut berisi campuran narkotika alami alkaloid, termasuk morfin dan kodein. Morfin adalah acetylated untuk menghasilkan diacetylmorphine (atau lebih dikenal sebagai heroin).







Apiun adalah jenis narkotika yang paling berbahaya. Dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok atau syisya (rokok ala Timur Tengah).

Pada mulanya, pengonsumsi Apiun akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama. Tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.






Jika seseorang ketagihan, maka Apiun akan menjadi bagian yg melekat di hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi Apiun dalam dosis yang biasanya. Dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya. Kesehatannya akan menurun drastis. Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya akan terus menyusut.

Tuesday, August 31, 2010

Gembong Narkoba Dunia "Barbie" Ditangkap

Kepolisian Meksiko berhasil menangkap bandar pengedar narkoba, Edgar "La Barbie" Valdez, Senin (31/8/2010).

Ini merupakan prestasi besar kedua bagi Presiden Felipe Calderon dalam perangnya melawan kartel penyelundup yang brutal dan kejam.

"Polisi Federal menangkap Valdez, pemimpin geng yang bermarkas di Meksiko Tengah di daerah permukiman yang berada di pinggiran Morelos," kata seorang polisi.

 Saat ditangkap, Valdez melakukan perlawanan. Kejaksaan Agung Meksiko menegaskan, penyelundup kelahiran AS itu dijuluki "La Barbie" karena kulitnya yang putih dan matanya biru.

Penangkapan itu terjadi sesaat setelah terbunuhnya seorang bos pengedar narkoba, Ignacio "Nacho" Corocel, oleh tentara Meksiko pada bulan Juli.

Penangkapan Valdez dinilai sebagai kemenangan besar Calderon. Pasalnya, ketika Valdez dideportasi ke AS, Calderon berhak atas 2 juta dollar AS, hadiah bagi penangkap Valdez.

"Ini adalah sukses besar. Bagusnya lagi adalah, Polisi Federal Meksiko tidak membunuhnya. Hal tersebut membuat perbedaan besar," kata Alberto Islas, pengamat keamanan independen.

Calderon berjuang melawan ketakutan yang semakin merajalela di Meksiko dan luar negeri melalui perang narkobanya.

Perang ini memicu pertempuran antargeng dan mengakibatkan lebih dari 28.000 warga tewas, terutama pengedar dan polisi, selama 3,5 tahun.
Related Posts with Thumbnails

Blog Archive

Bloggers - Meet Millions of Bloggers Lifestyle Blogs - Blog Rankings